Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Desa Batuan Gianyar Raih Juara I Learning Village Dunia

Senin, 5 Oktober 2026, 22:28 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Desa Batuan Gianyar Raih Juara I Learning Village Dunia.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, meraih Juara I kategori Learning Village dalam ajang Innovation City & Learning Village Award 2026.

Penghargaan internasional tersebut diinisiasi Badan Pengembangan Sains dan Teknologi (STA) Thailand bersama Universitas Phayao, National Innovation Agency (NIA), NESDC Kementerian Pendidikan Thailand, SEAMEO SEPS, serta Politeknik Pariwisata Bali.

Desa Batuan menjadi pemenang utama kategori Learning Village bersama Baan Ton Haen Noi dari Chiang Mai, Thailand. Posisi kedua diraih Kelurahan Don Prado, Phatthalung, Thailand.

Dari lima desa asal Bali yang masuk nominasi, Batuan menjadi satu-satunya desa yang meraih penghargaan sebagai pemenang. Sementara Desa Tua, Celuk, Kuku, dan Tegaljadi memperoleh sertifikat partisipasi.

Kepala Desa Batuan, Ari Anggara, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen panjang desa dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis budaya.

Proses penilaian dilakukan melalui pengumpulan data dan dokumentasi berbagai inovasi desa selama dua bulan sebelum penetapan pemenang.

"Fokus kami adalah learning village. Bagaimana inovasi-inovasi desa diarahkan untuk proses pembelajaran berkelanjutan di bidang kebudayaan. Pembelajaran tidak hanya dalam ruang kelas, tetapi tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat," ujar Ari Anggara saat dikonfirmasi, Minggu (4/10).

Konsep tersebut diperkuat melalui program Batuan Experiences, yakni paket wisata edukatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Program ini disebut turut meningkatkan Pendapatan Asli Desa melalui BUMDes Praja Kerta selama dua tahun terakhir.

Implementasi Batuan Experiences terlihat ketika 50 akademisi dunia peserta International Conference IJCHT 2026 mengunjungi Desa Batuan pada Jumat (25/9).

Para akademisi diajak menyusuri berbagai warisan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. Rangkaian kunjungan meliputi rumah tradisional otentik di Banjar Penida milik keluarga Anak Agung Puja, Pura Puseh Desa Adat Batuan, kelas melukis gaya Batuan di Balai Banjar Pekandelan, hingga kelas tari bersama maestro Made Cat Sutedja di Kaki Bebek House of Art.

Peserta juga melihat seni ukir kayu di Banjar Puaya hingga pengelolaan sampah melalui TPS3R Desa Batuan.

"Kekuatan Batuan sebagai ruang belajar tidak lepas dari sejarah panjangnya," terangnya.

Sejarah Batuan menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan konsep desa sebagai ruang pembelajaran. Keberadaan desa kuno tersebut tercatat dalam Prasasti Baturan berangka tahun 944 Saka atau 1022 Masehi pada masa pemerintahan Raja Sri Aji Marakata.

Nilai-nilai sejarah yang kini disungsung di Pura Puseh tersebut terus dihidupkan lintas generasi. Pada 2022, Desa Batuan memperingati 1.000 tahun Prasasti Baturan atau Sahasra Warsa Batuan sekaligus menetapkan 26 Desember sebagai hari jadi desa.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami