Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Bali Masuki Fase Ketiga Covid-19, Jumlah Kasus Sembuh Mendominasi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) meminta program-program pariwisata untuk tatanan kehidupan era baru terus dimatangkan.
[pilihan-redaksi]
Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Pemulihan Ekonomi Pariwisata Bali akibat dampat Covid-19 di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar (29/7).
Menurutnya saat ini Bali sudah memasuki fase ketiga, saat dimana jumlah kasus sembuh lebih banyak daripada jumlah kasus positif.
“Hal tersebut terbukti dari catatan kasus beberapa hari terakhir ini. Maka dari itu, saya minta program pemulihan ekonomi kita matangkan segera,” jelasnya dalam rapat yang turut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa, serta komponen pariwisata seluruh Bali.
Tokoh pariwisata tersebut juga menyambut baik pergeliatan ekonomi sejak dibukanya pariwisata untuk domestic lokal Bali pada tanggal 9 Juli yang lalu.
“Pantai Kuta sudah ada pengunjung, beberapa restoran di Sanur juga sudah diisi pembeli, ini tanda positif untuk ekonomi Bali,” bebernya.
Untuk itu, ia meminta untuk segera dibuatkan pedoman yang baku tentang protokol kesehatan covid-19 di industri pariwisata.
“Meskipun sebelumnya kita sudah bergerak duluan. Kita sudah melakukan sertifikasi industri pariwisata, sudah sering melakukan webminar dengan pasar asing juga, tapi saat ini kita perlu intensifkan segera untuk menyambut wisatawan nusantara yang akan dibuka tanggal 31 Juli mendatang,” bebernya.
Ia juga berharap, Bali bisa mendapatkan prioritas penyelenggaraan event-even yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Mengingat, memang semua daerah di Indonesia mengalami peghambatan laju ekonomi karena pandemi ini, namun Bali bisa dikatakan paling terpukul.
“Bali mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi, kita paling terdampak. Jadi saya harap kita dapat atensi dari pusat,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa melaporkan hingga saat ini memang belum ada perkembangan wisatawan mancanegara yang akan masuk ke Bali meskipun pariwisata untuk wisatawan mancanegara akan dibuka 11 September mendatang. Ia menerangkan mungkin karena memang kebijakan tiap Negara berbeda-beda.
Akan tetapi, dalam kesempatan tersebut ia tetap melaporkan berbagai langkah yang telah disiapkan pemerintah guna mengundang para wisatawan tersebut.
“Kita terus sebarkan berbagai penerapan protokol kesehatan kepada industri pariwisata, sehingga bisa diimplementasikan secara menyeluruh,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa sertifikasi industri pariwisata telah dijalankan. Hal tersebut untuk meyakinkan para wisatawan bahwa Bali benar-benar siap dalam pelayanan di masa pandemi ini. Di samping itu, ia juga ingin mengintensifkan implementasi Pergub Bali no. 99 tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali kepada Hotel dan Restoran.
“Hal ini bertujuan untuk membantu para UMKM kita yang terdampak juga karena Covid-19,” bebernya.
Reporter: Humas Bali Covid 19
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8479 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3653 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2482 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar