Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Era "New Normal" dari Sisi Pelaku Pariwisata dan Mengungkap Segmen Pasarnya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam beberapa akhir ini muncul istilah 'New Normal' sebagai cara pandang baru dalam memandang pandemi covid-19 yang mememengaruhi perilaku manusia sehingga menjadi gaya hidup normal baru (new normal) yang mengikuti protokol kesehatan.
[pilihan-redaksi]
Cara pandang 'New Normal' ini juga menginspirasi sisi pariwisata sehingga perubahan perilaku orang juga berdampak pada kegiatannya berwisata. Dalam kacamata pelaku pariwisata Bali, Ketua Bali Tourism Board (BTB) dan Gabungan Pengusaha Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, IB Agung Partha Adnyana mengatakan ia mempunyai istilah sendiri bukan 'New Normal' melainkan 'Next Normal'.
Ia menjelaskan istilah tersebut berasal dari peristiwa yang muncul karena wabah covid-19, dimana dalam fase pertama seperti sekarang ini, orang belum bisa traveling, berbagai pertemuan (Meeting) banyak dilakukan dengan online hingga sekolah-sekolah diliburkan.
Sedangkan, dalam fase kedua berikutnya, kurva peningkatan kasus positif covid-19 mulai melandai yang menyebabkan orang sudah mulai bisa keluar atau berwisata.
"Selama vaksin belum ditemukan, akan terjadi hal-hal normal yang baru yang saya sebut next normal," Sebutnya.
Dalam phase ini, lanjutnya, cara berwisata diatur mengikuti protokoler kesehatan seperti jaga jarak, memakai masker, dan wajib cuci tangan. Prosedur yang sama ini mulai diterapkan dari penerbangan sampai tiba di hotel.
Memandang pariwisata 'New Normal' tentu bertanya-tanya siapa pangsa pasar yang utama. Ia menyebut wisatawan domestik diprediksi akan menjadi penyumbang terbesar sembari juga menyasar proyeksi wisman pasca pandemi lainnya diantaranya negara tetangga dalam skup regional, Asia Pasifik serta internasional.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace yang juga Ketua PHRI Bali mencermati persiapan Bali sebelum membuka diri dengan era 'New Normal' tersebut. Ia menyebut ada 3 aspek penting yang perlu dipikirkan sejak awal yakni waktu, biaya dan SDM.
Terkait waktu, ia perlu memikirkan kapan waktu yang tepat Bali dibuka lagi, sedangkan aspek biaya yakni dengan adanya perubahan-perubahan protokol kesehatan yang menjadi tuntutan di era new normal yang perlu dikalkulasi kembali biaya yang dibutuhkan di semua jasa usaha wisata. Sementara SDM, juga perlu disiapkan yang memahami standar protokol kesehatan.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8481 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5830 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar