Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Gubernur Koster Sebut Aksi Demo UU Cipta Kerja Menyimpang dari Substansi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Wayan Koster membuka ruang dialog yang demokratis bagi pihak-pihak yang ingin menyampaikan aspirasi mereka. Salah satunya dengan menerima langsung aspirasi perwakilan Serikat Pekerja terkait dengan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Senin (12/10).
Pada kesempatan itu, Gubernur Koster menerima langsung sejumlah utusan yang tergabung dalam Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP Par)-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bali. Dialog yang berlangsung secara kekeluargaan ini menghasilkan pemahaman yang positif antara serikat pekerja dengan pemangku kepentingan di daerah.
Gubernur Wayan Koster menyambut baik aspirasi dari serikat pekerja di Bali yang disampaikan secara santun tanpa melalui aksi demo yang sangat berisiko di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Menurutnya dengan pertemuan semacam ini, pembicaraan bisa lebih menyentuh pada substansi isi UU dan bukan hal-hal di luar UU itu sendiri.
“Saya lihat beberapa aksi di luar justru telah menyimpang dari substansinya itu sendiri. Sehingga apa yang menjadi tujuan aksi tak tercapai,” ujar Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.
Di sisi lain Gubernur meminta serikat pekerja untuk melihat sisi positif dari Omnibus Law UU Cipta Kerja. Di antaranya bagaimana UU ini mencoba menyederhanakan dan mensinkronkan UU pada sejumlah sektor yang saling berkaitan.
“Secara substansi, saya sudah berdiskusi dengan ahli hukum yang ada di Bali,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.
Adapun Gubernur yang juga mantan Anggota DPR RI tiga periode ini meminta jika ada aspirasi untuk menyempurnakan pelaksanaannya nanti bisa disampaikan secara baik-baik kepada pemerintah.
Ketua PD FSP PAR - SPSI Bali Putu Satyawira Marhaendra menyampaikan pertemuan ini merupakan bentuk SP Par Bali menunjukkan bagaimana aspirasi bisa didengar tanpa harus melalui aksi demonstrasi dan unjuk rasa.
“Ternyata Bapak Gubernur sangat responsif, dan kami sangat senang bahwa beliau tidak mencampakkan kami, tidak meniadakan kami. Tapi betul-betul menyimak apa yang kami sampaikan, sehingga masukan-masukan yang kami sampaikan juga direspon positif oleh beliau. Dan beliau juga mengusulkan tolong ditulis dengan detil supaya bisa disampaikan kepada pemerintah pusat,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat Ketua PC FSP PAR-SPSI Badung ini berharap komunikasi yang baik antara pemerintah dan serikat pekerja ini bisa terus berlanjut demi pembangunan Bali ke depan yang lebih baik, dan Bali bisa bangkit dari pandemi Covid-19.
Sedangkan pengurus lain yang hadir, di antaranya Bendahara PD FSP PAR-SPSI Bali I Gusti Ayu Ketut Budiasih, Wakabid Bidang Organisasi PD FSP PAR-SPSI Bali yang juga Ketua PC FSP PAR-SPSI Karangasem Ketut Tinggal, Wakabid Pemberdayaan Perempuan PD FSP PAR-SPSI Bali yang juga Ketua PC FSP PAR-SPSI Kota Denpasar Ni Wayan Cici Suriastini dan Sekretaris PC FSP PAR-SPSI Gianyar I Nyoman Sudiarta.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8476 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5826 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3651 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2480 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar