Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Kuta Dulu Dikenal dengan Nama "Benteng", Tempat Mendarat Pasukan Majapahit (1)
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kuta adalah sebuah kecamatan yang memiliki luas 17,5 km2 yang menjadi tambang dolar pariwisata Bali. Jika menengok sejarahnya, Kuta merupakan tempat pertama mendaratnya pasukan bala tantara kerajaan Majapahit pada tahun 1334. Lokasi itu dulunya lebih dikenal dengan nama "benteng" sesuai prasasti yang tersimpan di Pura Sanggaran, tidak jauh dari kawasan Kuta.
Saat mendaratnya bala tantera kerjaan Majapahit, Kuta hanya hutan rimba. Lokasinnya yang sangat strategis, menjadikan Kuta mendapat tempat di hati para pedagang dari berbagai daerah di Nusantara dan luar negeri yang singgah dalam pelayaran mengarungi samudera.
Kuta pada zaman dulu sering dijadikan tempat persembunyian bagi perampok dan bajak laut, bahkan sebagai pusat penyelundupan candu ke Jawa sekitar 1826. JS Wettters, seorang tentara Belanda berpangkat kapten akhirnya ditempatkan sebagai pengawas keamanan pantai di Kuta. Selain itu, juga tercatat seorang pedagang asal Banyuwangi, Jatim, bernama Jembrong, pada awal Agustus 1835, mulai menetap di Kuta.
Tanggal 1 Agustus 1839 didirikannya ’Nederlandche Handel Maatsschappiy-NHM’ sebagai perusahaan dagang Belanda pertama di Bali yang sempat eksis selama empat tahun (1843). Setelah itu pada April 1927, menetap lagi Pierre Dubois, Wakil Pemerintah Hindia Belanda karena Kuta sangat strategis sebagai pintu keluar-masuk barang terutama dari Singapura.
Dilansir dari Kompas.com, pada 1835 sudah ada sekitar 40-an perahu yang menyemarakkan pelabuhan Cautaen (Kuta). Perahu-perahu dari Singapura itu bersandar di Pelabuhan Kuta dengan membawa mata dagangan berupa besi, kain dan kebutuhan lainnya buatan China. Pemerintah Hindia Belanda dan para raja yang berkuasa di Badung, Bali, akhirnya menetapakan Kuta sebagai sebuah pelabuhan defenitif guna mendukung arus bongkar muat kapal-kapal asing dari Eropa maupun Asia Pasifik. Pada tahun 1920-an, akibat kian meningkatnya aktivitas di Pelabuhan Kuta itulah, mulai dibangunnya beberapa buah penginapan yang pada akhirnya justru bertebaran hotel-hotel berbintang hingga sekarang. [bersambung]
Reporter: bbn/litbang
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8495 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5838 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3661 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2490 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar