Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 11 Mei 2026
Singaraja Peringati 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Lewat Rabu Puisi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kota Singaraja menjadi saksi peringatan satu abad kelahiran puisi Indonesia di Bali. Komunitas Mahima menggelar acara Rabu Puisi pada 1–2 Oktober 2025 di Gedung Sasana Budaya Singaraja, berisi seminar, diskusi, lokakarya, pembacaan puisi, hingga musikalisasi puisi.
Kelahiran puisi Indonesia di Bali diyakini terjadi pada 1 Januari 1925 lewat karya Gd.P. Kertanadi berjudul “Selamat Tahun Baru untuk Bali Adnjana” yang terbit di kalawarta stensilan Bali Adnjana. Bersamaan tahun itu, ada dua puisi lain yaitu “Assalamualaikum” karya WD dan “Ilmu” karya AWD, yang dimuat di Surya Kanta.
Baca juga:
Workshop Kreatif Yayasan Sadewa: Menginspirasi Disabilitas Tuna Netra Lewat Musikalisasi Puisi
“Media massa memainkan peran penting dalam kelahiran dan kehidupan sastra di Bali zaman kolonial dan sesudahnya. Sama dengan era kemerdekaan dan bahkan sampai sekarang, media massa menjadi salah satu pilar perkembangan sastra,” kata Prof. I Nyoman Darma Putra dalam seminar bertajuk Singaraja Ibukota Puisi, Rabu (1/10/2025).

Darma Putra mengungkapkan, dari arsip media massa Bali periode 1925–1939 ditemukan 39 judul puisi yang tersebar di Surya Kanta, Bali Adnjana, Bhawanegara, dan Djatajoe. Ciri puisi era kolonial umumnya berbentuk syair dengan persamaan bunyi akhir, namun mulai berkembang ke arah bentuk bebas menyerupai puisi modern.
Ketua Komunitas Mahima, Kadek Sonia Piscayanti, menegaskan program Rabu Puisi digelar lebih besar pada momentum ini dengan dukungan Badan Bahasa Kemendikdasmen RI. “Saya senang sekali membawa Rabu Puisi ke panggung yang lebih luas, ke publik. Ini kami rancang untuk menumbuhkan kembali kesadaran puisi di Bali,” ujarnya.
Selain seminar, hari pertama diisi open mic dari Klub Rabu Puisi Komunitas Mahima serta lokakarya penciptaan puisi bersama penyair Pranita Dewi dan Nanoq da Kansas. Hari kedua, Kamis (2/10/2025), tampil 10 penyair muda Bali dengan pertunjukan musikalisasi puisi dari komunitas sastra di Singaraja, Negara, dan Denpasar.
Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, puisi adalah denyut rasa nurani bangsa. “Tradisi sastra yang kita rawat hari ini sejatinya adalah ikhtiar untuk nanggung santya loka Bali,” katanya.
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus digital, kegiatan literasi seperti Rabu Puisi menjadi penting untuk menjaga identitas dan nilai luhur generasi muda Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1061 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 847 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 669 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 622 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik