Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ketua DPRD Bangli Soroti Proyek Irigasi Subak Tampuagan Amburadul

Senin, 11 Mei 2026, 09:54 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/Ketua DPRD Bangli Soroti Proyek Irigasi Subak Tampuagan Amburadul.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Pengerjaan proyek saluran irigasi di Subak Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli menuai keluhan dari masyarakat. Proyek bernilai miliaran rupiah itu dinilai dikerjakan asal-asalan, tidak sesuai usulan warga, hingga berpotensi mubazir karena belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

Keluhan tersebut mendapat perhatian serius Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Sabtu (9/5/2026) pagi menyusul banyaknya aduan dari tokoh masyarakat dan krama subak setempat.

"Setelah kita lihat secara langsung, apa yang dikeluhkan para tokoh masyarakat dan krama subak benar adanya," ungkapnya saat ditemui usai sidak, Minggu (10/5/2026).

Menurut Suastika, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan proyek tidak dikerjakan sesuai hasil paruman dan kebutuhan masyarakat.

"Usulan masyarakat sesuai hasil paruman dan kebutuhannya, agar pengerjaan proyek di hulu sungai. Namun dalam pengerjaanya justru dipecah di hilir dibangun saluran irigasinya," jelasnya.

Ia juga menyoroti adanya pengerjaan yang dinilai mubazir, yakni pembangunan saluran yang menyender di lahan pribadi warga dengan fungsi yang tidak jelas. Selain itu, kualitas pengerjaan disebut jauh dari harapan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek saluran irigasi di Subak Tampuagan merupakan bagian dari proyek jaringan irigasi Kabupaten Bangli yang didanai pemerintah pusat melalui skema Dana Inpres tahun 2025 dengan total anggaran lebih dari Rp22,3 miliar.

Dana tersebut dialokasikan untuk perbaikan saluran induk sebesar Rp20 miliar dan saluran tersier Rp2,3 miliar di delapan daerah irigasi, yakni Bangkiang Sidem, Tunggak Alas, Manuk, Pembungan, Aya, Bangbang Let, dan Tampuagan Kaja. Proyek ini diduga berada di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Namun, hingga saat ini pengerjaan proyek di sejumlah titik disebut belum rampung.

"Saya lihat langsung, pengerjaan di bagian hulu saluran irigasi, sampai saat ini justru masih dalam pengerjaan. Padahal waktunya kan sudah lama. Karena anggarannya tahun 2025. Dari sisi kualitas juga benar-benar asal-asalan. Itu tidak dibeton, tapi pasir saja yang terlihat dipadatkan. Saya kira pembangunan yang dikerjakan itu, akan jadi mubazir, tidak ada manfaatnya," bebernya.

Kondisi tersebut diperparah dengan pembongkaran saluran irigasi lama yang sebelumnya berfungsi baik, namun pengerjaannya tidak diselesaikan secara tuntas sehingga menghambat distribusi air ke lahan pertanian warga.

"Justru hanya setengah diperbaiki dengan pengerjaan asal-asalnya dan dampaknya air irigasi tidak bisa mengalir dengan lancar," tegasnya.

Padahal, kata dia, pihak subak sejak awal mengusulkan agar terowongan tanah yang ada diperbaiki melalui betonisasi agar lebih permanen dan berfungsi maksimal.

Saat sidak berlangsung, mandor proyek yang ditemui di lokasi mengaku tidak mengetahui detail perencanaan proyek. Ia menyebut hanya menjalankan pekerjaan dan sempat berdalih pengerjaan masih dalam tahap masa pemeliharaan karena merupakan proyek fisik tahun 2025.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Suastika mendesak pihak yang bertanggung jawab segera melakukan evaluasi dan perbaikan lanjutan agar proyek benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Sebab, kalau tidak ada kelanjutan pembangunannya, ini sama sekali tidak bisa dimanfaatkan," pungkas Suastika.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami