Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
Polhut dan Bea Cukai Sempat Bertikai
Tuban
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dua instansi Pemerintah, Polisi Kehutanan (Polhut) dan Bea & Cukai, Selasa (23/09) pagi, dikabarkan sempat perang mulut, gara-gara terbongkarnya penyelundupan ratusan kerang langka di Terminal Barang Bandara Tuban.
Betapa tidak, petugas Polhut kecewa karena penyelundupan kerang langka seringkali terjadi di Bandara. Diduga kuat, ada oknum petugas Bea Cukai, Bandara, terlibat dibalik penyelundupan ratusan kerang tersebut.
“Kami sempat adu mulut. Mereka tidak terima kita bongkar kasus penyelundupan kerang. Sebagai penegak hukum, kita tidak boleh melindungi siapa pun, termasuk para penyelundup,â€bisik petugas Polhut yang tidak mau namanya ditulis.
Sumber mengatakan, selama ini petugas Polhut yang bertugas di Bandara, kerap memantau masuknya barang yang setiap saat dicek petugas Bea Cukai. Termasuk pengecekan terhadap kerang langka tersebut. Namun petugas Bea Cukai tidak bertindak apa-apa. Malah meloloskan kerang langka ke luar negeri.
“ Penyelundupan kerang langka sudah sering terjadi dan kami menduga ada orang dari oknum petugas Bea & Cukai yang terlibat,’ urainya kesal.
Sementara itu, lolosnya penyelundupan ratusan kerang langka di Bandara Tuban, dibenarkan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali Ir. Istanto. Dia mengatakan, penyelundupan ini sudah berkali-kali terjadi di Bandara dan baru kali ini ditemukan penyelundupan kerang langka. (Spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3577 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1144 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 552 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 531 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun