Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman

Senin, 25 Mei 2026, 17:02 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Temuan dokumentasi video langka Janger Pegok produksi tahun 1937 mengangkat kembali kejayaan seni tradisi Bali dari masa lampau. Arsip bersejarah tersebut ditemukan tersimpan di Jerman dan menjadi bukti penting bahwa kesenian rakyat Bali telah dikenal dunia sejak era kolonial.

Video tersebut ditemukan pada tahun 2009 oleh seniman dan budayawan Pegok, I Made Wardana, melalui koleksi milik lembaga media sains IWF Göttingen, Jerman. Rekaman berdurasi sekitar 10 menit itu mendokumentasikan pertunjukan Janger dan Calonarang di Pura Sari Pegok, Sesetan, sekitar tahun 1936 saat Bali dilanda wabah malaria.

Temuan video tersebut menjadi pengingat bahwa seni tradisi Bali pernah direkam dunia dan tetap bertahan hingga kini melalui peran generasi penerus yang terus menjaga warisan budaya leluhur.

Penata artistik Janger Pegok sekaligus penulis konsep pertunjukan, I Made Agus Wardana, mengatakan dokumentasi tersebut menjadi bukti kuat identitas budaya masyarakat Pegok.

“Video ini menjadi bukti bahwa leluhur Pegok telah memiliki kreativitas seni yang luar biasa sejak dulu. Bukan hanya sekedar dokumentasi pertunjukan, tetapi jejak spiritual, gotong royong, dan identitas masyarakat Pegok,” ujar I Made Agus Wardana, Senin (25/5).

Menurutnya, Janger Pegok lahir dari semangat kebersamaan para pemuda Banjar Pegok pada awal abad ke-20. Tradisi berkumpul sambil melantunkan gending pujaan dan romantisme rakyat kemudian berkembang menjadi pertunjukan rakyat yang populer di Bali Selatan.

Berbeda dengan kesenian kerajaan seperti Gambuh yang identik dengan lingkungan puri, Janger hadir sebagai seni rakyat yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Kehadiran penari perempuan dalam pertunjukan Janger kala itu juga disebut menjadi pembaruan besar dalam dunia seni pertunjukan Bali.

Dalam arsip video tersebut, pertunjukan Calonarang digelar sebagai ritual penolak bala akibat wabah penyakit. Karena keterbatasan penari sisya yang memenuhi syarat, para penari Janger yang sedang berlatih saat itu turut dilibatkan dalam pementasan sakral tersebut.

Dokumentasi itu juga memperlihatkan sejumlah penari mengalami kerauhan sehingga menghadirkan nuansa magis yang kuat dalam pertunjukan.

Warisan seni tersebut kini kembali dihidupkan dalam ajang Pesta Kesenian Bali 2026 sebagai duta Kota Denpasar melalui pertunjukan bertajuk “Kejit Enyor”.

Agus Wardana yang akrab disapa Bli Ciaaatt menjelaskan, pertunjukan tahun ini menghadirkan perpaduan rekonstruksi gending klasik, adaptasi kekinian, hingga inovasi artistik tanpa meninggalkan akar tradisi khas Pegok.

“Janger Pegok adalah anugerah leluhur. Tugas generasi sekarang bukan sekadar mempertontonkan, tetapi merawat ruh dan identitasnya agar tetap hidup lintas zaman,” tegasnya.

Seluruh penari dan penabuh yang terlibat dalam pertunjukan tersebut merupakan putra-putri asli Banjar Pegok.

"Di Banjar Pegok hampir setiap piodalan memang menyajikan tari janger dan Para penari dan penabuh ini memang asli nak Pegok, "ungkap Made Ciaatt.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami