Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan

Selasa, 16 Juni 2026, 16:03 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Penampahan Galungan tidak hanya identik dengan tradisi memotong babi dan berbagi daging. Di balik tradisi tersebut, tersimpan nilai kebersamaan, gotong royong, dan keakraban antarwarga yang terus dijaga secara turun-temurun.

Salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini adalah mepatung atau nampah, yakni tradisi menyembelih babi secara bersama-sama menjelang Hari Raya Galungan dan membagi dagingnya secara merata kepada warga untuk keperluan hari raya.

Tradisi tersebut masih dijalankan oleh warga di Banjar Tegal, Desa Bebalang, Kabupaten Bangli. Sejak pagi hari, warga sudah disibukkan dengan berbagai persiapan untuk proses penyembelihan babi yang nantinya juga digunakan sebagai sarana upacara Hari Raya Galungan.

Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa saat warga bergotong royong menjalankan tradisi yang diwariskan oleh para leluhur tersebut.

Salah seorang warga, Putu Gede Pertama Pujawan, mengatakan tradisi mepatung tidak hanya sekadar berbagi daging, tetapi memiliki makna yang lebih mendalam. Menurutnya, tradisi ini menjadi sarana gotong royong, saling meringankan beban, sekaligus mempererat rasa persaudaraan antarwarga.

"Tradisi mepatung bukan hanya sekadar berbagi daging, namun di balik itu memiliki makna sebagai kegiatan gotong royong, saling meringankan beban satu sama lain hingga memupuk rasa persaudaraan antar warga sekitar," ujarnya, Selasa (16/06/2026).

Ia mengungkapkan, seiring perkembangan zaman, tradisi mepatung sempat ditinggalkan oleh sebagian warga yang lebih memilih membeli kebutuhan daging di pasar.

Namun, karena banyak manfaat positif yang dirasakan, terutama dalam mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan, tradisi tersebut kembali dibangkitkan dan terus dilaksanakan hingga saat ini. Menurutnya, rasa kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa ketika tradisi mepatung dilaksanakan secara bersama-sama oleh warga.

Ke depan, tradisi ini diharapkan terus dilestarikan agar nilai-nilai gotong royong dan persaudaraan tetap terjaga di tengah arus modernisasi. Berbagai tradisi warisan leluhur Bali, termasuk mepatung, dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat serta memperkuat kesatuan dan persatuan antarwarga.

Melalui semangat gotong royong yang terkandung dalam tradisi mepatung, masyarakat diharapkan terus menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami