Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Cewek Café Nyaris Tewas
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Percobaan bunuh diri terjadi di Kabupaten Gianyar. Kali ini menimpa Seorang cewek café bernama Eva. Ia nekat mengoplos bir, kopi, dan pewangi pakaian dan kemudian meminumnya.
Eva Ananda (20) asal Jateng kesehariannya bekerja sebagai Waitress di Café SN, Jalan By Pass Ida Bagus Mantera. Ia ditemukan tergeletak lemas di kamar kosnya oleh rekannya, Rudi.
Saat itu, pria yang bekerja sebagai kasir di Café SN ini datang dari membeli minyak goreng untuk menggoreng ikan.
Usai membeli minyak goreng, Rudi mampir ke kamar kos Eva. Begitu masuk kamar, Rudi melihat tubuh Ananda tergolek lemas di lantai.
Di sebelah tubuh Eva ditemukan bungkus Molto (pewangi pakaian), kopi dan Bir Hitam. Diduga meminum oplosan ketiga jenis cairan itu dan menderita keracunan.
Melihat kejadian ini, Rudi langsung membopong tubuh Ananda dan membawanya ke RSUD Sanjiwani, Gianyar.
“Saya tak tahu penyebabnya, yang jelas selama 7 hari, Eva terlihat suka menyendiri dan termenung. Bukan hanya itu dirinya juga jarang terlihat makan,“ jelasnya.
Sementara itu, Dokter Ayu Swandewi mengatakan Ananda sedang dirawat intensif di RSUD Sanjiwani. “Kami masih merawat korban secara intensif untuk mempercepat pemulihan kondisi tubuhnya,“ ujarnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun