Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tiga Rumah Roboh, Mobil Nyaris Masuk Jurang

Mayong

Sabtu, 18 Oktober 2008, 18:36 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Tiga rumah semi permanen di Dusun Bada, Desa Mayong Kecamatan Seririt hingga Sabtu (18/10) hanya menyisakan puing-puing reruntuhan, setelah disapu angin puting beliung yang disertai hujan deras, bahkan satu unit mobil L.300 berplat Surabaya nyaris masuk jurang di lintasan Jalan Seririt Pupuan setelah terhempas angin kencang tersebut.

“tidak ada korban jiwa dalam musibah yang menimpa tiga kepala keluarga di Desa Mayong, hanya saja rumah semi permanen milik warga luluh lantak akibat terhempas angin yang sangat kencang, sehingga kita melakukan evakuasi langsung terhadap warga saat musibah itu terjadi,” ungkap Kapolsektif Seririt, AKP. Ketut Naya.



Hujan yang menguyur Desa Mayong sejak Jumat petang hingga Sabtu dinihari menyulitkan polisi melakukan evakuasi terhadap korban,” guyuran hujan sangat deras sehingga kita sulit melakukan evakuasi terhadap warga yang terkena musibah dan baru bisa ditanggani saat ini,” ujar Naya.

Tiga rumah milik Gede Karya Yasa (35), Made Neta (64) dan Nyoman Sudika (64) sebagian besar dihempaskan oleh angin puting beliung yang meliuk-liuk bersama dengan guyuran hujan yang deras hingga total kerugian akibat musibah itu mencapai 22 juta rupiah.



Sementara, sebuah mobil L 300 yang belum diketahui identitas pengemudi-nya secara pasti, juga nyaris masuk kedalam jurang di lintasan Jalan Desa Mayong akibat dihempaskan angin saat melaju dari pupuan ke seririt, untungnya, mobil tersebut berhasil dihentikan walaupun sebagian roda depan berada dibibir jurang.



“saya tepat berada dibelakang mobil itu, tiba-tiba dari arah timur angin yang sangat keras, saya berhenti dan mobil L 300 berplat L nyaris saja masuk ke jurang, untungnya sopir mengerem dengan cepat, kalau tidak tentu sudah didasar jurang,” ungkap Ketut Subagia (36) sopir Angdes yang melintas saat peristiwa itu terjadi.

Hingga sabtu sore, instansi berwenang dalam penangganan musibah bencana alam tersebut masih melakukan pendataan secara menyeluruh akibat angin puting beliung yang menyapu Desa Mayong disertai hujan deras, sedangkan tiga kepala keluarga yang rumahnya roboh akibat musibah itu, untuk sementara masih ditampung keluarga terdekat.(sas)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami