Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diwarnai Issue Sweeping Polisi

Jumat, 24 Oktober 2008, 19:58 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Suasana kondusif di Desa Dencarik Kecamatan Banjar pasca bentrokan antar kelompok warga, Jumat (24/10) sore diwarnai dengan issue rencana aksi sweeping yang dilakukan polisi terkait kepemilikan senjata api rakitan dan senjata tajam terhadap warga, padahal sejak siang hari kekuatan pengamanan polisi telah ditarik.

 


Menyikapi issue yang dihembuskan pihak-pihak tertentu tersebut, Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa membantah dengan tegas, bahkan diduga issue sweeping itu sengaja dihembuskan untuk mengacaukan kondisi kondusif di Desa Dencarik.


Jadi kabar itu dari mulut ke mulut tidak benar, dengan pertimbangan situasi dan kondisi, jangan sampai langkah represif yang dilakukan polisi jangan menimbulkan masalah lagi, sehingga kita menempuh langkah preventif meredam kasusnya, ini kemungkinan ada pihak ketiga yang sengaja menghembuskan issue tersebut, ungkap Sudirsa.

 


Adanya kesan polisi hanya berdiam dan tidak bersikap tegas dalam menyikapi peristiwa bentrokan antar Kelompok Warga di Desa Dencarik, disikapi polisi dengan tetap menyiagakan kekuatan intelejen di Desa Dencarik, ini bukan suatu tindakan polisi yang tidak tegas, tapi semata-semata pola atau prosedur yang kita lakukan, tegas Sudirsa.

 


Walaupun masih terlihat sejumlah konsentrasi warga di beberapa titik dengan membawa senjata, suasana di Desa Dencarik berangsur-angsur aman dan terkendali, namun demikian Pasukan Dalmas disiagakan di Mapolres Buleleng.

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami