Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 3 Mei 2026
BKSDA: Itu Sudah Sesuai Prosedur
Gianyar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemasukan 8 ekor gajah ke Taman Safari Indonesia (TSI) Unit III Bali yang sempat menjadi polemik, akhirnya diklarifikasi Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Istanto.
"Proses pemasukan gajah ke TSI Bali itu sudah sesuai prosedur dan mekanisme, jadi tidak ada pelanggaran," ujar Kepala BKSDA Bali, Istanto Senin (2/2).
Menurut Istanto, pemasukan gajah yang bukan dari alam, dibenarkan tanpa melalui Menteri Kehutanan. Jadi, bila pengambilan gajah dari karantina, maka pemindahan dalam negeri sudah bisa dilakukan dengan berbekal surat angkut tumbuhan dan satwa dalam negeri (SATS-DN) dan ijin dari karantina tempat yang akan dituju.
Ketika 8 gajah itu tiba di TSI Bali, pihak TSI Bali langsung langsung melaporkan ke BKSDA Bali, yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan pemeriksaan yang hasilnya ditetapkan dalam berita acara pada 2 Desember 2008.
General Manager TSI Bali, Hans Manansang juga mengatakan pihaknya sudah menempuh perijinan sesuai peraturan yang berlaku. Yakni dia merujuk Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 45/2005 yang mengatur tentang Sistem dan Mekanisme Pelaporan dan Pemantauan dari dampak lingkungan secara periodik.
"Kami selalu memperhatikan AMDAL-nya dengan menyediakan sistem pengolahan limbah dari gajah-gajah yang ada untuk dipakai sebagai bahan pembuatan pupuk kompos dan penghijauan di area TSI Bali," papar Hans.
Saat ini, TSI Bali mengoleksi 31 gajah yang didatangkan dari TSI Unit I Saparua Bogor dan TSI II Prigen Surabaya. (sss)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 304 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 293 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang