Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perampok Sempat Bantu Polisi Angkut Kayu

Kamis, 18 Juni 2009, 07:48 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pelaku perampokan di Toko Nurcahaya milik Ni Ketut Nuriati (38) pada Selasa (16/6) lalu hingga kini belum terungkap. Polisi masih memburu pelaku perampokan yang membuat Nuriati luka parah di bagian wajah dan kepalanya.

 



Dari informasi yang dikumpulkan Kamis (18/6), polisi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku yang diketahui bernama Rudi berasal dari Jember, Jatim namun tinggal di Kedonganan, Kuta, Badung ini. Nuriati yang masih tergolek lemas di sal D RSUD Negara ketika ditemui mengungkapkan sejatinya pelaku sudah sejak pagi dan sempat berbincang dengan salah seorang anggota polisi yang sedang memesan kayu di sebelah timur toko korban. Bahkan, pelaku sempat membantu polisi itu membawakan kayu dengan mobil pick up warna hitam ke rumah anggota polisi tersebut. Ciri-ciri pelaku masih muda, rambut keriting dan kulit sawo matang. Dia datang dengan sopan bahkan sempat memesan mie dan kopi. Selain itu, pelaku juga sempat minum satu botol bir, terang Nuriati perlahan.



Saat tiba setelah mengantarkan kayu milik polisi tersebut, pelaku datang lagi dan memesan 5 botol bir. Katanya yang memesan pak polisi yang dia antarkan tadi, katanya. Namun, korban tidak percaya begitu saja sehingga berniat menghubungi polisi tersebut dengan menggunakan ponselnya. Lalu saya masuk ke kamar untuk mengambil HP, tandasnya.



Saat korban berjalan menuju kamar, pelaku mengikuti dari belakang dan langsung menikamkan parang ke arah korban. Menerima tikaman pertama, korban sempat berteriak minta tolong. Sayangnya kondisi sekitar toko korban sedang sepi sehingga tidak satupun orang yang mendengarkan teriakan tersebut. Waktu pelaku memukulkan parang, saya sempat menangkis pakai tangan sampai tangan saya patah, terang korban. Setelah terkapar dan bersimbah darah, pelaku menyeret korban masuk ke kamar. Dalam kondisi tidak berdaya ini korban menyerah dan mempersilahkan pelaku mengambil harta bendanya asalkan nyawanya tidak dihabisi. Namun permintaan korban tidak digubris pelaku dan tetap menggebuki korban. Untuk menyelamatkan nyawanya, korban akhirnya berpura-pura mati agar tidak terus dihajar pelaku.



Saat itulah, pelaku mempreteli perhiasan yang dikenakan korban. Tidak puas dengan menggasak perhiasan, pelaku juga membawa kabur uang tunai Rp 2 juta yang ada di tas korban. Setelah saya dengar suara mobil jalan, barulah saya berani keluar toko dan teriak minta tolong, terang korban. Sementara itu Kapolres Jembrana AKBP Ketut Suardana saat dihubungi mengatakan dugaan sementara aksi perampokan tersebut sudah direncanakan oleh pelaku dengan mempelajari situasi dan kondisi toko korban. Dugaan kami, pelaku sempat berbelanja di toko korban lebih dari satu kali, terangnya.



Suardana juga membenarkan kalau sesaat sebelum kejadian ada anggota polisi yang saat itu membeli kayu pada toko bangunan di sebelah toko korban sempat berbincang dengan pelaku. Saya harapkan keterangan dari anggota ini, pelaku bisa segera terungkap, katanya. Pasalnya,imbuh Suardana, anggota polisi ini mengaku masih mengingat wajah pelaku. Kita akan buat sketsa wajah untuk deteksi pelaku. Kita juga sudah amankan barang bukti, terang Suardana. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami