Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Yoni: ASDP Tetap Ingin Mengusir Kami

Gilimanuk

Rabu, 22 Juli 2009, 19:02 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kedatangan massa pendemo ke Pelabuhan Gilimanuk disambut oleh Kapolsek KP3 Gilimanuk, AKP Nyoman Suparta. Suparta meminta agar aksi demo ini dipindahkan ke Terminal Gilimanuk demi kondusifnya kondisi pelabuhan.

Permintaan Suparta dituruti massa, mereka bergerak menuju Terminal Gilimanuk yang didahului dengan long march mengelilingi pelabuhan. Di Terminal Gilimanuk, kembali Suparta meminta 5 orang perwakilan PKL dan ojek guna diajak berdialog dengan Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana, Dandim 1617/Jembrana, Letkol. Inf Arief M. Aji, Manajer Operasional Gilimanuk, Ospar Silaban dan Kepala Cabang PT. ASDP Ketapang-Gilimanuk, Carda Damanik yang telah menunggu di Kantor ASDP Gilimanuk.

Ternyata pertemuan yang kesekian kalinya tetap tidak membuahkan hasil. ASDP tetap ngotot menolak keinginan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menggugat untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk. Ketika hasil pertemuan disampaikan, massa kembali kecewa.

“Tidak ada kesepakatan apapun. ASDP tetap ingin mengusir kami dari dalam pelabuhan,” tandas Yoni, koordinator aliansi tersebut. Menurut Yoni, mereka akan didata ulang dengan mendaftarkan diri ke kantor Lurah Gilimanuk. “Katanya akan dibuatkan kartu anggota. Ya, kami serahkan saja ke rekan-rekan kami, bagaimana langkah mereka selanjutnya,” katanya.

Kekecewaan lantaran pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil, massa kembali bergerak menuju Pos I dan memblokir pintu masuk dengan duduk menggelar orasi. Gerimisnya hujan tidak menyurutkan mereka memperjuangkan nasibnya. Orasi mereka justru makin kencang.

“Sudah berkali-kali kami dibohongi. Kami tidak ingin hanya dijanjikan saja,” ujar salah seorang orator berapi-api. Mereka ngotot tetap bertahan di Pos I sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana turun tangan. Suardana berusaha “membujuk” pendemo dengan agar pedagang dan ojek bersabar lantaran pihaknya memperjuangkan tuntutan massa. Bujukan Suardana manjur, setelah hampir satu jam memblokir pintu masuk pelabuhan, aksi demo bubar kendatipun sesekali masih terdengar umpatan kepada ASDP Gilimanuk. (Dey)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami