Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 6 Juli 2026
Dewan Janji Bawa Ke Pusat
Negara
Senin, 27 Juli 2009,
21:31 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Keluh kesah perwakilan pedagang, asongan dan ojek korban gusuran ASDP ditanggapi dewan. Melalui Ketua Komisi B DPRD Jembrana, I Nyoman Suheng Kusumayasa, dewan berjanji akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta PT. Indonesian Ferry.
Menurut Suheng, persoalan ini timbul lantaran solusi terhadap kebijakan ini tidak dipersiapkan jauh-jauh hari. “Semestinya sebelum kebijakan ini diluncurkan sudah dipikirkan dampaknya. Dengan demikian dari jauh-jauh hari sudah ada solusi terbaik,†katanya.
Suheng mengakui dewan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan boleh atau tidaknya mereka mencari nafkah di dalam pelabuhan, namun pihaknya akan berusaha memperjuangkan nasib pedagang dan tukang ojek Gilimanuk dengan berkoordinasi ke Dephub dan Indonesia Ferry Pusat.
“Komisi C kita minta secepatnya ke Jakarta untuk menanyakan masalah ini. Apakah kebijakan menjadikan Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan internasional itu kebijakan pusat atau kebijakan ASDP di daerah dan apa dasar kebijakan ini,†tandasnya.
Sementara untuk solusi jangka pendek, Suheng berjanji akan memediatori pertemuan dengan eksekutif dan ASDP. “Kami akan mengajak ekskutif untuk bersama sama memperjuangkan nasib saudara-saudara dengan bernegosiasai kepada ASDP,†terangnya.
Ketua DPRD Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menambahkan memang dari hasil penelusurannya ternyata solusi yang diberikan ASDP tidak menyelesaikan masalah. Pasalnya, sangat jarang ada penumpang yang mau berbelanja di parkir manuver.
“Agar ini tidak berlarut-larut kami secepatnya akan ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib saudara-saudara,†jelasnya. (dey)
Menurut Suheng, persoalan ini timbul lantaran solusi terhadap kebijakan ini tidak dipersiapkan jauh-jauh hari. “Semestinya sebelum kebijakan ini diluncurkan sudah dipikirkan dampaknya. Dengan demikian dari jauh-jauh hari sudah ada solusi terbaik,†katanya.
Suheng mengakui dewan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan boleh atau tidaknya mereka mencari nafkah di dalam pelabuhan, namun pihaknya akan berusaha memperjuangkan nasib pedagang dan tukang ojek Gilimanuk dengan berkoordinasi ke Dephub dan Indonesia Ferry Pusat.
“Komisi C kita minta secepatnya ke Jakarta untuk menanyakan masalah ini. Apakah kebijakan menjadikan Pelabuhan Gilimanuk menjadi pelabuhan internasional itu kebijakan pusat atau kebijakan ASDP di daerah dan apa dasar kebijakan ini,†tandasnya.
Sementara untuk solusi jangka pendek, Suheng berjanji akan memediatori pertemuan dengan eksekutif dan ASDP. “Kami akan mengajak ekskutif untuk bersama sama memperjuangkan nasib saudara-saudara dengan bernegosiasai kepada ASDP,†terangnya.
Ketua DPRD Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menambahkan memang dari hasil penelusurannya ternyata solusi yang diberikan ASDP tidak menyelesaikan masalah. Pasalnya, sangat jarang ada penumpang yang mau berbelanja di parkir manuver.
“Agar ini tidak berlarut-larut kami secepatnya akan ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib saudara-saudara,†jelasnya. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3565 Kali
02
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1129 Kali
03
04
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 540 Kali
05
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 518 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026