Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ketemu Pemkab, Tetap Buntu

Negara

Senin, 27 Juli 2009, 21:44 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Setelah menikmati jamuan makan siang, perwakilan pedagang, asongan dan ojek meneruskan perjuangannya dengan menemui sejumlah pejabat di Pemkab Jembrana. Sayangnya, pertemuan tersebut masih belum menemukan solusi alias buntu.

Tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, perwakilan pedagang, asongan dan ojek mendatangi Kantor Pemkab Jembrana dengan diantar oleh Ketua DPRD Jembrana, I Made Kembang Hartawan sejumlah anggotanya.

Mereka mengutus 6 orang perwakilan untuk bertemu dengan Wabup, I Putu Artha, Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana, Dandim 1617/Jembrana, Letkol. Inf. Arief M. Adji, Sekkab Jembrana, I Gde Suinaya dan beberapa pejabat lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Suinaya menyampaikan kalau dirinya sudah menemui Manajer Operasional ASDP Gilimanuk, Ospar Silaban. Inti dari hasil pertemuan itu, kata Suinaya, ASDP meminta Pemkab Jembrana menyiapkan tempat untuk menampung mereka dan sudah dipenuhi dengan menyiapkan 19 kios di parkir manuver yang bisa digunakan berjualan secara gratis.

Sementara Suinaya juga menawarkan solusi lain dengan meningkatkan status Terminal Gilimanuk dari tipe B menjadi tipe A. “Kalau tipe A itu kan terminal antar kota antar propinsi. Nanti akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya,” terangnya.

Atas solusi ini, Suinaya tidak berani janji lantaran kebijakan penaikkan status terminal ada pada pemerintah pusat. Solusi lainnya, kata Suinaya, Pemkab sudah menyedikan dana yang bisa dimanfaatkan, misalnya dana bergulir atau menyetop kendaraan di manuver sebelum masuk pelabuhan.

“Nanti diatur berapa yang dibutuhkan kapal agar sekian yang dimasukkan ke pelabuhan,” ujarnya. Wabup Putu Artha menambahkan karena pelabuhan internasional itu merupakan prioritas ASDP, maka sementara ini solusi Pemkab agar dilaksanakan dulu.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana juga menawarkan solusi agar penumpang yang dari Jawa turun di terminal baru namun untuk meneruskan perjalanannya harus naik angkutan di terminal lama, sehingga ojek bisa mendapat pemasukan. Sementara penumpang yang akan menyeberang turun di terminal Gilimanuk yang letaknya persis di depan pelabuhan.

“Saya kira dengan solusi ini ojek bisa hidup, sementara pedagang di manuver bisa mendapat pemasukan dengan mengatur kendaran yang masuk pelabuhan, kita siap untuk membantu mengatur dan mengamankannya,” ujar Kapolres.

Berbagai solusi yang ditawarkan rupanya belum bisa diterima. Mereka menilai solusi-solusi tersebut bagus dalam tataran teori namun kenyataan di lapangan tidak ada artinya.

“Solusi itu secara teori bagus tapi kenyataanya tidak seperti itu, bapak-bapak boleh lihat berapa penumpang yang turun untuk belanja,” ujar Gampang.

Yoni, perwakilan ojek, mengaku belum siap untuk diberikan dana untuk berusaha lain di luar ojek. Yoni menginginkan agar tujuan pembangunan Terminal Gilimanuk sebagai terminal transit pariwisata benar-benar difungsikan dengan menambah sarana yang memadai, sementara untuk penumpang umum dikembalikan ke terminal lama sehingga ojek bisa hidup. Pertemuan akhirnya diakhiri lantaran tidak dihadiri pihak ASDP sehingga tidak ada solusi yang disepakati. (dey)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami