Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 14 Oktober 2026
Empat Seniman Bali Tampil di Banda Aceh
Denpasar
Senin, 3 Agustus 2009,
12:48 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Empat orang seniman dari Kota Denpasar, Bali, Selasa besok (4/8) akan bertolak ke Tanah Rencong, Nangroe Aceh Darusalam. Mereka akan tampil pada “Aceh International Literary Festival†yang merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Aceh ke-5.
Empat seniman yang akan bertolak ke Aceh ini antara lain Tan Lioe Ie (penyair), serta tiga orang musisi senior dari Bali Blues Island (BBI) yakni I Putu Indrawan, I Wayan Gede Subawa (Yande), serta I Nyoman Gariasa (Kabe).
Di Aceh, keempat seniman yang mewakili Kota Denpasar ini akan tampil membawakan kolaborasi puisi dan musik blues. Pembacaan karya sastra dalam festival sastra internasional ini akan dipusatkan di tempat-tempat bersejarah di Banda Aceh seperti Krueng Aceh, Pintokhob, dan Kapal Apung.
Menurut salah seorang seniman Putu Indrawan, festival sastra internasional di Aceh ini merupakan bentuk silaturahmi kreatif antara karya sastawan Aceh dengan publik sastra Nusantara dan dunia.
“Kami senang sekali bisa ikut serta dalam acara ini. Suatu kebanggaan bagi kami para seniman kontemporer bisa mewakili Kota Denpasar dan Bali dalam acara bertaraf internasional ini. Mudah-mudahan hal ini bisa diikuti oleh seniman Bali lainnya, baik seniman tradisional maupun modern,†kata Indrawan. (bob)
Empat seniman yang akan bertolak ke Aceh ini antara lain Tan Lioe Ie (penyair), serta tiga orang musisi senior dari Bali Blues Island (BBI) yakni I Putu Indrawan, I Wayan Gede Subawa (Yande), serta I Nyoman Gariasa (Kabe).
Di Aceh, keempat seniman yang mewakili Kota Denpasar ini akan tampil membawakan kolaborasi puisi dan musik blues. Pembacaan karya sastra dalam festival sastra internasional ini akan dipusatkan di tempat-tempat bersejarah di Banda Aceh seperti Krueng Aceh, Pintokhob, dan Kapal Apung.
Menurut salah seorang seniman Putu Indrawan, festival sastra internasional di Aceh ini merupakan bentuk silaturahmi kreatif antara karya sastawan Aceh dengan publik sastra Nusantara dan dunia.
“Kami senang sekali bisa ikut serta dalam acara ini. Suatu kebanggaan bagi kami para seniman kontemporer bisa mewakili Kota Denpasar dan Bali dalam acara bertaraf internasional ini. Mudah-mudahan hal ini bisa diikuti oleh seniman Bali lainnya, baik seniman tradisional maupun modern,†kata Indrawan. (bob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4319 Kali
02
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
03
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1874 Kali
04
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
05
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1368 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026