Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 28 Agustus 2026
Empat Seniman Bali Tampil di Banda Aceh
Denpasar
Senin, 3 Agustus 2009,
12:48 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Empat orang seniman dari Kota Denpasar, Bali, Selasa besok (4/8) akan bertolak ke Tanah Rencong, Nangroe Aceh Darusalam. Mereka akan tampil pada “Aceh International Literary Festival†yang merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Aceh ke-5.
Empat seniman yang akan bertolak ke Aceh ini antara lain Tan Lioe Ie (penyair), serta tiga orang musisi senior dari Bali Blues Island (BBI) yakni I Putu Indrawan, I Wayan Gede Subawa (Yande), serta I Nyoman Gariasa (Kabe).
Di Aceh, keempat seniman yang mewakili Kota Denpasar ini akan tampil membawakan kolaborasi puisi dan musik blues. Pembacaan karya sastra dalam festival sastra internasional ini akan dipusatkan di tempat-tempat bersejarah di Banda Aceh seperti Krueng Aceh, Pintokhob, dan Kapal Apung.
Menurut salah seorang seniman Putu Indrawan, festival sastra internasional di Aceh ini merupakan bentuk silaturahmi kreatif antara karya sastawan Aceh dengan publik sastra Nusantara dan dunia.
“Kami senang sekali bisa ikut serta dalam acara ini. Suatu kebanggaan bagi kami para seniman kontemporer bisa mewakili Kota Denpasar dan Bali dalam acara bertaraf internasional ini. Mudah-mudahan hal ini bisa diikuti oleh seniman Bali lainnya, baik seniman tradisional maupun modern,†kata Indrawan. (bob)
Empat seniman yang akan bertolak ke Aceh ini antara lain Tan Lioe Ie (penyair), serta tiga orang musisi senior dari Bali Blues Island (BBI) yakni I Putu Indrawan, I Wayan Gede Subawa (Yande), serta I Nyoman Gariasa (Kabe).
Di Aceh, keempat seniman yang mewakili Kota Denpasar ini akan tampil membawakan kolaborasi puisi dan musik blues. Pembacaan karya sastra dalam festival sastra internasional ini akan dipusatkan di tempat-tempat bersejarah di Banda Aceh seperti Krueng Aceh, Pintokhob, dan Kapal Apung.
Menurut salah seorang seniman Putu Indrawan, festival sastra internasional di Aceh ini merupakan bentuk silaturahmi kreatif antara karya sastawan Aceh dengan publik sastra Nusantara dan dunia.
“Kami senang sekali bisa ikut serta dalam acara ini. Suatu kebanggaan bagi kami para seniman kontemporer bisa mewakili Kota Denpasar dan Bali dalam acara bertaraf internasional ini. Mudah-mudahan hal ini bisa diikuti oleh seniman Bali lainnya, baik seniman tradisional maupun modern,†kata Indrawan. (bob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4721 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2530 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2170 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1788 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026