Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 6 Mei 2026
Empat Seniman Bali Tampil di Banda Aceh
Denpasar
Senin, 3 Agustus 2009,
12:48 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Empat orang seniman dari Kota Denpasar, Bali, Selasa besok (4/8) akan bertolak ke Tanah Rencong, Nangroe Aceh Darusalam. Mereka akan tampil pada “Aceh International Literary Festival†yang merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Aceh ke-5.
Empat seniman yang akan bertolak ke Aceh ini antara lain Tan Lioe Ie (penyair), serta tiga orang musisi senior dari Bali Blues Island (BBI) yakni I Putu Indrawan, I Wayan Gede Subawa (Yande), serta I Nyoman Gariasa (Kabe).
Di Aceh, keempat seniman yang mewakili Kota Denpasar ini akan tampil membawakan kolaborasi puisi dan musik blues. Pembacaan karya sastra dalam festival sastra internasional ini akan dipusatkan di tempat-tempat bersejarah di Banda Aceh seperti Krueng Aceh, Pintokhob, dan Kapal Apung.
Menurut salah seorang seniman Putu Indrawan, festival sastra internasional di Aceh ini merupakan bentuk silaturahmi kreatif antara karya sastawan Aceh dengan publik sastra Nusantara dan dunia.
“Kami senang sekali bisa ikut serta dalam acara ini. Suatu kebanggaan bagi kami para seniman kontemporer bisa mewakili Kota Denpasar dan Bali dalam acara bertaraf internasional ini. Mudah-mudahan hal ini bisa diikuti oleh seniman Bali lainnya, baik seniman tradisional maupun modern,†kata Indrawan. (bob)
Empat seniman yang akan bertolak ke Aceh ini antara lain Tan Lioe Ie (penyair), serta tiga orang musisi senior dari Bali Blues Island (BBI) yakni I Putu Indrawan, I Wayan Gede Subawa (Yande), serta I Nyoman Gariasa (Kabe).
Di Aceh, keempat seniman yang mewakili Kota Denpasar ini akan tampil membawakan kolaborasi puisi dan musik blues. Pembacaan karya sastra dalam festival sastra internasional ini akan dipusatkan di tempat-tempat bersejarah di Banda Aceh seperti Krueng Aceh, Pintokhob, dan Kapal Apung.
Menurut salah seorang seniman Putu Indrawan, festival sastra internasional di Aceh ini merupakan bentuk silaturahmi kreatif antara karya sastawan Aceh dengan publik sastra Nusantara dan dunia.
“Kami senang sekali bisa ikut serta dalam acara ini. Suatu kebanggaan bagi kami para seniman kontemporer bisa mewakili Kota Denpasar dan Bali dalam acara bertaraf internasional ini. Mudah-mudahan hal ini bisa diikuti oleh seniman Bali lainnya, baik seniman tradisional maupun modern,†kata Indrawan. (bob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 598 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 584 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 436 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 427 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026