Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Pasar Desa Kapal Ludes Terbakar
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Si jago merah hari ini mengamuk dan membakar hangus Pasar Desa Kapal, Jalan Raya Kapal, Mengwi, Bandung. Kobaran api diduga berasal dari jaringan instalasi listrik pedagang.
Penyebab kebakaran diduga berasal dari kabel yang terpasang di pasar. Kondisi kabel terlilit dengan kabel lainnya dan sebagian kabel sudah terkelupas.
Informasi di lapangan menyebutkan, terbakarnya pasar awalnya diketahui seorang saksi pedagang setempat, yakni Kerti (60).
Saksi mengatakan, sekitar pukul 06.00 Wita saat datang ke pasar, dia sudah melihat api berkobar besar dari tengah tengah pasar. Dia pun berteriak teriak dan tak lama, ratusan pedagang yang berjualan di sana berlarian.
“Para pedagang ikut memadamkan api. Tapi, api semakin besar dan menjalar ke los pedagang lainnya,†tuturnya.
Percikan api juga merembet ke salah satu rumah milik warga, yang lokasinya di sebelah selatan.
Kobaran api sangat besar dan menghanguskan rumah bale daja milik Pak Rai Januari (50), Banjar Peken Baleran Kapal, Mengwi.
Dengan kejadian ini, petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi. Beberapa jam kemudian, si jago merah berhasil dipadamkan.
Akibat kebakaran ini ratusan pedagang setempat terpaksa harus kehilangan tempat berjualan. Selain itu. Hingga kini, kerugian total yang diderita para pedagang, ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun ada dugaan, kerugian akibat kebakaran pasar mencapai Rp 500 juta.
“Masih diselidiki penyebab pasti kebakaran. Namun ada dugaan diperkirakan akibat korsleting listrik,†beber Kasat Reskrim Polres Badung AKP I Made Witaya, Senin (07/09). (spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun