Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 4 Mei 2026
Mencuri Untuk Biaya Anak Sekolah dan Metajen
Beritabali.com, Denpasar
Rabu, 16 Desember 2009,
17:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Mencuri untuk kebutuhan sendiri sangat bertolak belakang dengan hari nurani. Itulah yang dilakukan Wayan Nada (34) tinggal di Jalan Pulau Buru No 27, Denpasar. Dia beraksi mencuri tiga kali, dengan alasan untuk kebutuhan biaya sekolah anak dan bermain judi tajen.
Tersangka Wayan Nada beraksi mencuri di tiga lokasi. Satu di rumah Dwi Wahyono (38), berdomisili di Jalan Pulau Buru No 30, Denpasar, di rumah seorang Haji dan di rumah seorang polisi.
Pencurian yang dilakoni tersangka di rumah Dwi Wahyono, terjadi pada bulan Juni hingga November 2009 lalu. Dia masuk ke dalam mobil korban dengan cara mencongkel, saat mobil diparkir di halaman rumah.
Tersangka berhasil membawa kabur satu buah dasboard L-3OO dan satu buah tape mobil. Pencurian yang dilakukan tersangka tidak berhenti.
Beberapa bulan kemudian tersangka kembali mengulangi perbuataannya di rumah seorang Haji, tak jauh dari rumah Dwi Wahyono. Di rumah itu, tersangka berhasil membawa kabur uang korban senilai Rp. 16 juta.
Ketagihan mencuri, tersangka menyasar rumah seorang polisi tak jauh dari rumah kedua korban tadi. Di rumah polisi itu, tersangka masuk dengan cara melompat tembok. Sesudah itu, dia mengembat sebuah tabung gas, uang Rp. 100 ribu serta tiga buah pancing.
“Dalam setiap aksinya, tersangka dengan mudah masuk karena korbannya tertidur,†beber Kapolsek Denbar AKP Agus Nugroho, Rabu (16/12).
Aparat kepolisian yang menerima laporan dari salah seorang korbannya, langsung menyelidiki. Tersangka yang dicurigai sebagai pelakunya, ditangkap pada Selasa (15/12) sekitar pukul 05.00 Wita, di rumahnya di Jalan Pulau Buru No 27, Denpasar. Polisi menemukan barang bukti sebuah pancing yang belum terjual.
Kepada penyidik Polsek Denbar, tersangka mengaku nekat mecuri untuk keperluan biaya sekolah anaknya dan sisa digunakan untuk bermain tajen adu ayam. (Spy)
Tersangka Wayan Nada beraksi mencuri di tiga lokasi. Satu di rumah Dwi Wahyono (38), berdomisili di Jalan Pulau Buru No 30, Denpasar, di rumah seorang Haji dan di rumah seorang polisi.
Pencurian yang dilakoni tersangka di rumah Dwi Wahyono, terjadi pada bulan Juni hingga November 2009 lalu. Dia masuk ke dalam mobil korban dengan cara mencongkel, saat mobil diparkir di halaman rumah.
Tersangka berhasil membawa kabur satu buah dasboard L-3OO dan satu buah tape mobil. Pencurian yang dilakukan tersangka tidak berhenti.
Beberapa bulan kemudian tersangka kembali mengulangi perbuataannya di rumah seorang Haji, tak jauh dari rumah Dwi Wahyono. Di rumah itu, tersangka berhasil membawa kabur uang korban senilai Rp. 16 juta.
Ketagihan mencuri, tersangka menyasar rumah seorang polisi tak jauh dari rumah kedua korban tadi. Di rumah polisi itu, tersangka masuk dengan cara melompat tembok. Sesudah itu, dia mengembat sebuah tabung gas, uang Rp. 100 ribu serta tiga buah pancing.
“Dalam setiap aksinya, tersangka dengan mudah masuk karena korbannya tertidur,†beber Kapolsek Denbar AKP Agus Nugroho, Rabu (16/12).
Aparat kepolisian yang menerima laporan dari salah seorang korbannya, langsung menyelidiki. Tersangka yang dicurigai sebagai pelakunya, ditangkap pada Selasa (15/12) sekitar pukul 05.00 Wita, di rumahnya di Jalan Pulau Buru No 27, Denpasar. Polisi menemukan barang bukti sebuah pancing yang belum terjual.
Kepada penyidik Polsek Denbar, tersangka mengaku nekat mecuri untuk keperluan biaya sekolah anaknya dan sisa digunakan untuk bermain tajen adu ayam. (Spy)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 328 Kali
02
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 321 Kali
03
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026