Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 4 Mei 2026
Jagal Pengantin Baru Ditangkap
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sepuluh hari diselidiki, tim gabungan dibawah komando Direktorat Reskrim Polda Bali, akhirnya berhasil membekuk Fahrudin alias Fahrus (20), si penjagal pengantin baru di jalan Wahidin Denpasar. Ia ditangkap di kediaman keluarganya, Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penangkapan tersangka Fahrudin dipimpin jajaran Dit Reskrim Polda Bali dipimpin AKP Pande Sugiartha, Bripka Fransiskus Asisi Ali Baba dan Birgadir Made Budiasa.
Pasca penyelidikan 10 hari, keberadaan tersangka terdeteksi dan tiga petugas buser langsung memburunya.
Dua hari menyanggong, pada Minggu (20/12) sekitar pukul 21.30 wita, tersangka berhasil diciduk di rumah keluarganya di Dompu, NTB.
Tersangka Fahrudin langsung dibawa ke Polda Bali, ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar, pada Senin (21/12).
Di Mapolda Bali, tersangka mengaku pembantaian terhadap Fenny Maria Suliyanto (27) dan Sugianto Salim (30), karena kesal.
Peristiwa berdarah itu terjadi 10 Desember sekitar pukul 19.00 Wita. Pada saat tersangka datang ke toko korban, yakni Toko Sejahtera yang terletak di Jalan Dr. Wahidin No. 47 B-Denpasar.
Kedatangan tersangka yang bekerja sebagai penjual obat keliling itu untuk menjual tiga buah permata. Sebelumnya, kedatangan tersangka sudah dinanti-nanti oleh pengantin baru itu.
Tiga permata yang konon berguna untuk penglaris usaha itu ditawarkan kepada Sugianto. Setelah transaksi di lantai dua, harga jatuh di kisaran Rp 20 juta.
Korban membayarnya dengan uang di amplop sebanyak Rp 5 juta. Meski dibayar kurang, tersangka diam.
Saat membuka laci tersangka kelahiran Desa Bere Kecamatan Sila Belo, Kabupaten Bima, NTB, melihat segepok uang di dalam laci. Otak tersangka pun berputar untuk menguasai uang korban.
Saya kesal karena dibayar segitu (Rp 5 juta). Lagipula, saya liat uang banyak di laci, katanya.
Pas kejadian, tersangka melihat ada pisau dapur di lantai rumah. Diam diam, dia mengambilnya untuk menghabisi Sugianto.
Secepat kilat, pisau tersebut langsung ditancapkan ke perut korban Sugianto dan seketika itu darah muncrat dari perut Sugianto.
Dalam kondisi berdarah darah, Sugianto berusaha kabur, naik tangga menuju lantai 3. Namun, tersangka Fahrus mengejar dan kembali menusuk korban berulang kali, hingga korban terjatuh ke bawah tangga dan tewas di tempat.
Melihat suaminya dibantai oleh tersangka, Fenny yang sedang makan di lantai dua, berteriak minta tolong. Dalam keterangan tersangka Fahrus, Fenny melemparnya dengan gelas.
Dilempar gelas, tersangka Fahrus kalap dan mengejar Fenny. Setelah berhadapan, dengan sadisnya tersangka Fahrus menusuk leher korban sebanyak dua tusukan.
"Saya tusuk leher yang perempuan dua kali, aku tersangka.
Bak pembunuh berdarah dingin, tersangka sempat memeriksa tubuh yang terbujur kaku. Merasa keduanya tewas, korban menggasak harta benda di dalam toko.
Harta korban yang diambil berupa uang tunai Rp 15 juta lebih, tiga HP dan sejumlah perhiasan emas. Merasa aman, dia keluar dari toko dan menutup rolling door toko.
Di tempat tinggalnya, dibilangan Cokroaminoto Gang Melati Denpasar, tersangka membakar bajunya yang penuh bercak darah.
Pagi itu juga, sekitar pukul 02.00 dinihari, tersangka kabur ke kampungnya, Bima dengan mengendarai sepeda motor Yamaha.
Paginya, Jumat (11/12) mayat kedua pasutri itu ditemukan oleh karyawannya.
Dari penangkapan di rumah keluarga tersangka, petugas menyita barang bukti, yakni uang tunai Rp 15 juta dan sebuah HP Blackberry.
Sementara barang bukti lainnya diakui tersangka masih ditanam di suatu tempat. Perkembangan terakhir, barang bukti sudah diambil jajaran Polres Dompu sore kemarin.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 322 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 316 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang