Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 4 Mei 2026
5 Tahun Lumpuh, Mantan Hansip Berharap Bantuan
Beritabali.com, Melaya
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kini keseharian Nengah Suarba (49) harus dihabiskan di tempat tidur. Pasalnya, mantan hansip warga Dusun Karang Katulampa,Manistutu, Melaya ini menderita lumpuh pasca mengalami kecelakaan lalu lintas lima tahun silam. Ketika ditemui di rumahnya, Rabu (17/2), Suarba yang terbaring di balai bambu depan rumahnya menceritakan asal muasal dirinya mengalami kelumpuhan. Lima tahun silam, kata mantan pedagang ayam ini, dirinya mengalai kecelakaan lalu lintas di Cekik, Gilimanuk.
Pagi itu saya akan membeli ayam ke Jawa namun belum sampai, di Cekik saya tidak melihat ada menjangan yang tiba-tiba menyeberang jalan sehingga saya menabraknya, ujar Suarba yang didampingi oleh istrinya, Ni Ketut Wisori (48) lirih. Ketika dibawa ke rumah sakit, imbuh mantan hansip yang dikenal tegas ini, tidak ditemukan indikasi adanya cedera parah yang ditundang dengan hasil rontgen. Karena alasan keterbatasan biaya, saya memilih untuk dirawat jalan toh juga saya tidak menderita luka parah, katanya.
Namun, kata Suarba, nasib berkata lain karena baru lima hari dirawat di rumah, ternyata Suarba mulai tidak bisa kencing dan tubuhnya gemetaran. Lalu saya kembali dibawa ke rumah sakit dan baru saat itulah saya diketahui menderita patah tulang ekor. Oleh dokter saya disarankan untuk operasi namun keterbatasan biaya membuat saya tidak bisa memenuhi saran dokter tersebut dan memilih rawat di rumah saja, katanya.
Penderitaan Suarba kian bertambah karena lama kelamaan bagian tubuh dari pinggang ke bawah mulai diserang kelumpuhan. Awalnya dari pinggang ke bawah lalu sekarang sudah tumbuh total, katanya.
Demi kesembuhan, Suarba menempuh berbagai upaya baik medis maupun tradisional bahkan sedikit demi sedikit harta yang dimilikinya ludes untuk membiayai pengobatannya itu. Setelah saya tidak punya apa-apa saya hanya menjalani pengobatan sebatas kemampuan saya. Kadang saya ke bidan, dokter atau pengobatan non medis seperti dipijat dan ke dukun, terangnya.
Namun, kesembuhan yang didambakan Suarba tidak kunjung tiba sehingga saat ini bapak tiga anak hanya bisa tergolek di tempat tidur. Untuk makan, mandi dan buang air kecil saya harus dibantu istri dan anak-anak, ujarnya mantan hansip yang telah mengabdi sejak.tahun 1977 ini.
Sejak menderita lumpuh, Suarba merupakan salah satu penduduk yang ditanggung oleh Jamkesmas, bahkan sejak tahun 2007 dirinya menerima bantuan dari Departemen Sosial RI berupa bantuan penyandang cacat berat.
Kendati demikian, kartu Jamkesmas yang dimilikinya tidak banyak membantu karena Suarba tidak punya biaya transportasi untuk mengantarkannya ke tempat pelayanan pengobatan.
Saya ini penduduk desa sehingga jika ingin ke dokter atau puskesmas atau rumah sakit saya harus nyarter mobil yang ongkosnya lumayan mahal untuk ukuran saya, kan sama dengan bayar biarpun dikatakan biaya pengobatannya gratis, katanya. Kini Suarba hanya mengharapkan bantuan kursi roda agar mobilitasnya tidak tergantung kepada orang lain apalagi saat ditinggal istrinya menyabit rumput.
Saya hanya membutuhkan kursi roda agar istri saya yang sudah kurus dan anak saya tidak repot menggendong saya kalau mau bangun, harapnya.
Senada dengan suaminya, Wisori sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah atau dermawan untuk memberikan suaminya kursi roda.
Sudah lima tahun suami saya hanya terbaring di tempat tidur. Kalau bisa, saya dibantu kursi roda, harapnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 329 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 324 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang