Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ratusan Rumah Terendam, Siswa Batal Ulangan

Beritabali.com, Pengambengan

Senin, 31 Mei 2010, 17:25 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Hujan deras yang mengguyur Jembrana Senin (31/5) sejak pagi hingga siang, merendam ratusan rumah pada kawasan industri pengalengan ikan Desa Pengambengan-Negara. 

Dampaknya ratusan siswa setingkat SD Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darusslam di Pengambengan terpaksa ulangan umumnya dibatalkan, lantaran sekolahnya terendam air hujan sedalam paha orang dewasa hingga memasuki ruang kelas.

Pantauan beritabali.com di lokasi banjir, sekitar 600 rumah penduduk di tiga dusun digenangi air hujan, lantaran letak rumahnya lebih rendah dari badan jalan.

Lagi pula daerah industri yang sarat dengan bangunan pabrik juga jumlah perumahannya cukup padat. Sejumlah warga terjebak air cukup tinggi yang menggenangi halaman rumahnya. Mereka terpaksa jongkok diatas kursi dan bale-bale untuk menghindari pekatnya air hujan sambil menunggu banjir itu surut.

Disisi lain anak-anak justru memanfaatkan banjir tersebut untuk mandi dan bermain jukung-jukungan dengan penuh suka cita, seakan tidak peduli akan bahaya penyakit kulit yang mungkin akan mengancamnya. Bahkan beberapa warga adapula yang mencoba menjala ikan di depan rumahnya.

Afina Laila, seorang guru MI Darussalam menuturkan, sekitar Pk. 02.00 dini hari, air sudah mulai besar dan menggenangi halaman sekolahnya. Saat curah hujan makin deras, genangannya makin tinggi hingga mencapai pingang orang
dewasa. Pihaknya kemudian memutuskan untuk meliburkan siswa dan membatalkan ulangan umum, dengan mengumumkan lewat Masjid setempat.

Akibat banjir itu, soal-soal ulangan dan sejumlah surat-surat penting basah direndam air. Bahkan komputernya juga meledak karena saat air masuk masih tersambung arus listrik. “Hampir setiap tahun terkena banjir, ini yang paling besar,“tutur Alfina.

Alfina menduga, curah hujan yang terpusat di sekolahnya itu, diakibatkan bangunan gedung pabrik pengalengan ikan yang ada di utara sekolah. Lantaran menurutnya pabrik tersebut tidak dilengkapi pembuangan air.

Alfina menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan siswanya diliburkan. “Tergantung situasi cuacanya,“ pungkas Alfina. (tra)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami