Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Enam Seniman Ikuti Myanmar-Indonesia Art Exchange

Minggu, 11 Juli 2010, 16:06 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Enam seniman Indonesia yakni Nyoman Sujana Kenyem dan Antonius Kho (Bali), Bahtiar Dwi Susanto, Ronald Apriyan, Muhammad Lugas Syllabus, dan Heri Purwanto (Yogyakarta) diundang mengikuti program Myanmar-Indonesia Art Exchange 2010, 13-22 Juli di Yangon, Myanmar. 

Mereka bersama enam seniman Myanmar Sandy, Sandar Khine, Kyu Kyu, Hnin Darli Aung, Aye Ko, dan Kaung Su akan terlibat dalam aktivitas pameran, diskusi, simposium, dan demo seni di Yangon, kota terbesar di Myanmar.

Kami diundang New Zero Art Space yang didukung kementerian kebudayaan setempat, kata Kenyem dalam keterangannya kepada wartawan Minggu (11/7).

Menurut Nyoman Sujana Kenyem dalam program bertajuk Ongoing Echos ini ke-12 seniman akan saling bertukar pikiran dan pengalaman melalui proses berkesenian serta berdialog untuk saling memahami latar seni dan budaya masing-masing.Lebih dari itu, momentum ini diharapkan kian mempererat hubungan persahabatan dua negara terutama dalam bidang seni dan budaya.

Kenyem mengatakan selain pameran bersama yang digelar di Beik Thano Aert Gallery, ke-12 seniman akan mengikuti simposium di Gedung New Zero Art Space.Masing-masing diminta mempresentasikan gagasan, proses, dan pandangan dalam berkarya. Pihak pengundang memberikan kebebasan kepada peserta untuk mengirimkan
karya dengan media yang beragam mulai kanvas, kombinasi cetak tinta maupun pigmen, dan kemungkinan media lainnya.

Kenyem yang berkorespondensi dengan Kaung Su sejak beberapa bulan lalu mengatakan seniman di Myanmar sangat terbuka dan ingin menggalang hubungan lebih intens dan berbuat sesuatu untuk pengembangan seni budaya serta mengangkat identitas masyarakat serumpun di kawasan ini.

Dari kegiatan ini diharapkan terbangun jaringan seni rupa yang kuat dan merangkul seniman dari negara lain yang memiliki visi serupa.Hal sama diungkapkan Antonius Kho yang sejak awal merintis kegiatan ini. Dia salut atas usaha koleganya meyakinkan pemerintah Myanmar, yang dipimpin junta militer otoriter, untuk menyelenggarakan kegiatan seni rupa.

Para senimanpun sepakat dengan bahasa seni yang universal bertekad memperkuat akar budaya dan memunculkan semangat bersama yang kuat dari Asia Tenggara untuk tampil di dunia global.

Kita akan melakukan komunikasi intensif melalui kerjasama jangka panjang dan menjajaki berbagai kemungkinan untuk menggairahkan aktivitas seni rupa kontemporer, kata Antonius.Selama di negeri peraih Nobel Perdamaian 1991, Aung San Suu Kyi itu para seniman diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya setempat dengan mengunjungi museum dan situs-situs budaya di antaranya Pagoda Shwedagon, kuil buda terbesar berusia 2.000 tahun.

 

Tosca Irwan Prasetya dari komunitas warga Indonesia di Yangon melalui pesan di jejaring sosial Facebook mengatakan akan mengajak rekan-rekannya untuk meramaian saat acara pembukaan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami