Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 29 Juni 2026
Hingga Akhir Tahun, Bali Perlu Rp. 17 M
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Selama Periode Januari-Mei 2010 pemerintah provinsi Bali telah menghabiskan dana mencapai Rp. 4,9 Milyar untuk penyediaan Vaksin anti rabies (VAR).
Hal ini terjadi karena tingginya permintaan VAR di Bali hingga menyebabkan 6 kabupaten/kota di Bali saat ini mengalami kekurangan stok VAR.Kabupaten/kota tersebut diantaranya diantaranya Denpasar, badung, Tabanan, Klungkung, Bangli dan Buleleng.Tingginya permintaan permintaan VAR dipicu oleh peningkatan kasus gigitan anjing yang terjadi, dimana berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali jumlah kasus gigitan anjing di Bali perhari mencapai 165 kasus.
Kepala Bidang Humas Pemerintah Provinsi Bali Ketut Teneng pada keterangannya di Renon, Kamis (12/8) menyatakan dengan tingginya kasus gigitan maka diperkirakan hingga akhir tahun mendatang Bali membutuhkan dana sekitar 17 M untuk penyediaan VAR.
Kita di 2010 itu mengalami lonjakan kebutuhan dana untuk penyediaan VAR dibandingkan pada tahun 2009 lalu, ujar Ketut Teneng.Kepala Bidang Humas Pemerintah Provinsi Bali Ketut Teneng menyebutkan kebutuhan dana penyediaan VAR pada tahun ini hampir meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp. 10,6 Milyar
Sementara menyinggung terjadinya penularan rabies pada sapi dan babi, Ketut Teneng menyatakan belum menerima laporan resmi.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun