Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Proses Perundingan Damai Gagal

Senin, 30 Agustus 2010, 21:10 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kesepakatan perundingan damai antara sejumlah tokoh masyarakat Dusun Kauman dan Dusun Pala Desa Pengastulan bersama Jajaran Muspida Buleleng dan Muspika Seririt hanya terlaksana beberapa jam. Tawuran antar kedua kelompok warga kembali pecah pada malam hari hingga tengah malam. 

Bentrokan warga dengan aksi tawuran, kembali terjadi di Desa Pengastulan Kecamatan Seririt, warga di kedua dusun di Perbatasan Dusun terlibat saling lempar menggunakan batu dan Molotov, hingga mengakibatkan dua rumah terbakar dan 3 orang terluka dibagian wajah dan tangan.

Menyikapi kondisi Desa Pengastulan yang kembali memanas, Kapolres Buleleng, AKBP Yudhi Hartanto, Dandim 1609 Buleleng, Letkol Inf. Suhardi bersama Wakil Bupati Made Arga Pynatih, langsung turun tangan untuk meredakan ketegangan.

”Kami hanya melakukan antisipasi dengan mencoba melakukan pendekatan pada pihak-pihak yang terkait, sehingga kondisi kembali aman dan terkendali,” ungkap Kapolres Yudi hartantoKetegangan antara kedua belah kelompok warga di Desa Pengastulan terus berlanjut hingga Senin (30/8) dinihari, bahkan Polres Buleleng pada tengah malam menyiagakan dua peleton Pasukan Brimob Polda Bali yang didatangkan dari Gilimanuk.

Mengantisipasi adanya pihak ketiga yang memanfaatkan situasi di Desa Pengastulan, Aparat kepolisian yang dipimpin Kabagop Ida Bagus Putu Wedana Jati langsung melakukan penyisiran didua kampung yang terlibat pertikaian.Sejumlah warga yang ditemui bergerombol dipinggir jalan langsung di geledah. Selain memeriksa Kartu Tanda Penduduk, polisi berhasil mengamankan puluhan senjata tajam yang dibawa oleh warga termasuk bom Molotov.

Sementara, dari data yang dikumpulkan dalam Tawuran antara kedua warga tengah malam lalu bermula dari lemparan batu dan Molotov yang menghantam beberapa rumah warga. Kaca jendela pecah dan hantaman molotov nyaris menghanguskan rumah Zarkasi sebelum akhirnya berhasil dipadamkan aparat kepolisian.Selain itu rumah milik Nyoman Sriningsih juga terbakar dan meludeskan perabotan rumah tangga. Begitu juga rumah milik Haruman juga sempat dilalap api namun tidak sempat membesar.

 

Dalam aksi tawuran itu disebutkan juga dua rumah terbakar, dan juga menyebabkan dua warga mengalami luka, diantaranya Amiril terluka dibagian wajah akibat terhantam batu dan Wayan Suweca mengalami luka bengkak pada bagian tangan akibat terkena batu. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sas



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami