Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Cekcok Keluarga, Seniastri Tewas Minum Racun
Beritabali.com, Negara
Senin, 13 Desember 2010,
20:02 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalan pintas untuk mengatasi masalah dengan bunuh diri akhirnya menjadi pilihan Ni Luh Seniastri (27). Ibu seorang putri warga Lingkungan Munduk Anyar, Tegalcangkring, Mendoyo tewas setelah menenggak racun hama, Senin (13/12). Diduga, Seniastri nekad menghabisi nyawanya lantaran tidak kuasa lagi mengatasi masalah keluarga.
Dari informasi yang dihimpun, karyawan salah satu koperasi di Desa Penyaringan ini pertama kali ditemukan oleh putrinya yang berumur tujuh tahun dalam kondisi sekarat di kamar mandi rumah orang tuanya di Dusun Wali, Yehembang, Mendoyo.
Di samping tubuh Seniastri ditemukan botol racun hama yang biasanya digunakan bapaknya untuk menyemprot hama di sawah. Melihat ibunya sekarat, anak Seniastri lalu memanggil Ketut Ratni, neneknya atau orang tua Seniastri.
Oleh orang tuanya, Seniastri langsung dibawa ke RSUD Negara untuk mendapatkan penanganan. Namun upaya tim medis di rumah sakit tersebut tidak membuahkan hasil. Seniastri hanya mampu bertahan 20 menit sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Menurut Ratni, anaknya bersama cucunya itu pulang ke rumahnya pada Minggu (12/12) kemarin karena sedang ada
masalah dengan suaminya, Gede Mertayasa dan keluarga besar suami di Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo.
"Saya sempat tanya ke dia, katanya dia sedang ada masalah dengan suaminya karena uang nasabah koperasi Rp. 3 juta lebih digunakan untuk kepentingan keluarga suaminya. Namun, suaminya tidak percaya lalu terjadi pertengkaran sehingga anak saya memilih pulang,"terangnya.
Ratni menambahkan, selang beberapa saat, suami dan mertua anaknya itu datang ke rumah Ratni dengan maksud mengembalikan Seniastri kepada orang tuanya karena sudah tidak bisa menerima Seniastri sebagai istri maupun menantu.
"Mungkin karena anak saya beban pikiran karena diberi banyak omongan saat itu. Saya tidak menyangka kalau dia akan berbuat nekad padahal dia sudah saya beri solusi," tambahnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Ketut Suparta seizin Kapolres Jembrana AKBP Irfing Jaya yang datang ke UGD mengatakan sesuai dengan keterangan dokter di RSUD Negara, korban meninggal karena minum racun hama padi. "Kami masih mengembangkan motif bunuh diri ini," kata Suparta. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, karyawan salah satu koperasi di Desa Penyaringan ini pertama kali ditemukan oleh putrinya yang berumur tujuh tahun dalam kondisi sekarat di kamar mandi rumah orang tuanya di Dusun Wali, Yehembang, Mendoyo.
Di samping tubuh Seniastri ditemukan botol racun hama yang biasanya digunakan bapaknya untuk menyemprot hama di sawah. Melihat ibunya sekarat, anak Seniastri lalu memanggil Ketut Ratni, neneknya atau orang tua Seniastri.
Oleh orang tuanya, Seniastri langsung dibawa ke RSUD Negara untuk mendapatkan penanganan. Namun upaya tim medis di rumah sakit tersebut tidak membuahkan hasil. Seniastri hanya mampu bertahan 20 menit sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Menurut Ratni, anaknya bersama cucunya itu pulang ke rumahnya pada Minggu (12/12) kemarin karena sedang ada
masalah dengan suaminya, Gede Mertayasa dan keluarga besar suami di Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo.
"Saya sempat tanya ke dia, katanya dia sedang ada masalah dengan suaminya karena uang nasabah koperasi Rp. 3 juta lebih digunakan untuk kepentingan keluarga suaminya. Namun, suaminya tidak percaya lalu terjadi pertengkaran sehingga anak saya memilih pulang,"terangnya.
Ratni menambahkan, selang beberapa saat, suami dan mertua anaknya itu datang ke rumah Ratni dengan maksud mengembalikan Seniastri kepada orang tuanya karena sudah tidak bisa menerima Seniastri sebagai istri maupun menantu.
"Mungkin karena anak saya beban pikiran karena diberi banyak omongan saat itu. Saya tidak menyangka kalau dia akan berbuat nekad padahal dia sudah saya beri solusi," tambahnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Ketut Suparta seizin Kapolres Jembrana AKBP Irfing Jaya yang datang ke UGD mengatakan sesuai dengan keterangan dokter di RSUD Negara, korban meninggal karena minum racun hama padi. "Kami masih mengembangkan motif bunuh diri ini," kata Suparta. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5989 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2652 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2313 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026