Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 3 Mei 2026
Cekcok Keluarga, Seniastri Tewas Minum Racun
Beritabali.com, Negara
Senin, 13 Desember 2010,
20:02 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalan pintas untuk mengatasi masalah dengan bunuh diri akhirnya menjadi pilihan Ni Luh Seniastri (27). Ibu seorang putri warga Lingkungan Munduk Anyar, Tegalcangkring, Mendoyo tewas setelah menenggak racun hama, Senin (13/12). Diduga, Seniastri nekad menghabisi nyawanya lantaran tidak kuasa lagi mengatasi masalah keluarga.
Dari informasi yang dihimpun, karyawan salah satu koperasi di Desa Penyaringan ini pertama kali ditemukan oleh putrinya yang berumur tujuh tahun dalam kondisi sekarat di kamar mandi rumah orang tuanya di Dusun Wali, Yehembang, Mendoyo.
Di samping tubuh Seniastri ditemukan botol racun hama yang biasanya digunakan bapaknya untuk menyemprot hama di sawah. Melihat ibunya sekarat, anak Seniastri lalu memanggil Ketut Ratni, neneknya atau orang tua Seniastri.
Oleh orang tuanya, Seniastri langsung dibawa ke RSUD Negara untuk mendapatkan penanganan. Namun upaya tim medis di rumah sakit tersebut tidak membuahkan hasil. Seniastri hanya mampu bertahan 20 menit sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Menurut Ratni, anaknya bersama cucunya itu pulang ke rumahnya pada Minggu (12/12) kemarin karena sedang ada
masalah dengan suaminya, Gede Mertayasa dan keluarga besar suami di Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo.
“Saya sempat tanya ke dia, katanya dia sedang ada masalah dengan suaminya karena uang nasabah koperasi Rp. 3 juta lebih digunakan untuk kepentingan keluarga suaminya. Namun, suaminya tidak percaya lalu terjadi pertengkaran sehingga anak saya memilih pulang,”terangnya.
Ratni menambahkan, selang beberapa saat, suami dan mertua anaknya itu datang ke rumah Ratni dengan maksud mengembalikan Seniastri kepada orang tuanya karena sudah tidak bisa menerima Seniastri sebagai istri maupun menantu.
”Mungkin karena anak saya beban pikiran karena diberi banyak omongan saat itu. Saya tidak menyangka kalau dia akan berbuat nekad padahal dia sudah saya beri solusi,” tambahnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Ketut Suparta seizin Kapolres Jembrana AKBP Irfing Jaya yang datang ke UGD mengatakan sesuai dengan keterangan dokter di RSUD Negara, korban meninggal karena minum racun hama padi. “Kami masih mengembangkan motif bunuh diri ini,” kata Suparta. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, karyawan salah satu koperasi di Desa Penyaringan ini pertama kali ditemukan oleh putrinya yang berumur tujuh tahun dalam kondisi sekarat di kamar mandi rumah orang tuanya di Dusun Wali, Yehembang, Mendoyo.
Di samping tubuh Seniastri ditemukan botol racun hama yang biasanya digunakan bapaknya untuk menyemprot hama di sawah. Melihat ibunya sekarat, anak Seniastri lalu memanggil Ketut Ratni, neneknya atau orang tua Seniastri.
Oleh orang tuanya, Seniastri langsung dibawa ke RSUD Negara untuk mendapatkan penanganan. Namun upaya tim medis di rumah sakit tersebut tidak membuahkan hasil. Seniastri hanya mampu bertahan 20 menit sebelum menghembuskan nafas terakhir.
Menurut Ratni, anaknya bersama cucunya itu pulang ke rumahnya pada Minggu (12/12) kemarin karena sedang ada
masalah dengan suaminya, Gede Mertayasa dan keluarga besar suami di Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo.
“Saya sempat tanya ke dia, katanya dia sedang ada masalah dengan suaminya karena uang nasabah koperasi Rp. 3 juta lebih digunakan untuk kepentingan keluarga suaminya. Namun, suaminya tidak percaya lalu terjadi pertengkaran sehingga anak saya memilih pulang,”terangnya.
Ratni menambahkan, selang beberapa saat, suami dan mertua anaknya itu datang ke rumah Ratni dengan maksud mengembalikan Seniastri kepada orang tuanya karena sudah tidak bisa menerima Seniastri sebagai istri maupun menantu.
”Mungkin karena anak saya beban pikiran karena diberi banyak omongan saat itu. Saya tidak menyangka kalau dia akan berbuat nekad padahal dia sudah saya beri solusi,” tambahnya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Ketut Suparta seizin Kapolres Jembrana AKBP Irfing Jaya yang datang ke UGD mengatakan sesuai dengan keterangan dokter di RSUD Negara, korban meninggal karena minum racun hama padi. “Kami masih mengembangkan motif bunuh diri ini,” kata Suparta. (dey)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 304 Kali
02
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 298 Kali
03
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026