Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Stress, Cewek Jepang Tewas Gantung Diri

Minggu, 6 Maret 2011, 21:40 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ulah pati tak hanya dilakoni warga lokal saja, tapi warga asing juga ikut-ikutan. Demikian dilakukan Tumoko Teremai (60) yang ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakannya di Jalan Wr Supratman Gang Lira Cita No 1 Denpasar Timur, pada Minggu (6/3).

[pilihan-redaksi]

Kematian Tumoko cukup unik. Ia meninggalkan sepucuk surat agar segera menghubungi polisi dan keluarganya di Jepang. Jasad korban kini diinapkan di kamar jenasah RSUP Sanglah.

Cewek yang dua tahun tinggal di Bali ini ditemukan tewas mengenaskan oleh seorang saksi bernama I Gusti Putu Gede Arsana (50) sekitar pukul 17.30 Wita. Pemilik rumah kontrakan ini dikagetkan tergeletaknya sepucuk surat di teras rumahnya.

"Suratnya ditulis oleh korban sendiri dan dalam surat itu katanya segera menghubngi polisi dan keluarganya," kata Arsana di lokasi kejadian.

Saksi curiga dengan surat tersebut dan kemudian masuk ke dalam ruang tamu. Tapi saksi tidak melihat korban. tapi ketika saksi melihat ke samping atas, dia muncu mendadak kaget melihat korban tergantung dengan menggunakan sebuah tali. Kejadian ini langsung dilaporkan saksi ke warga setempat.

Dalam keterangannya ke polisi, saksi mengatakan, sudah curiga dari awal terhadap prilaku korban. Pasalnya, wanita yang pensiunan perusahaan disebuah kapal pesiar ini sempat akan mengakhiri hidupnya di Bali.

"Dia pernah bilang akan mati di Bali," terangnya.

Dikatakannya pula, Tumoko sering jalan jalan keluar dengan sepeda gayung. Ironisnya, janda ditinggal mati suaminya ini sering berprilaku buruk.

"Sering ngomel sendiri dengan memakai bahasa Jepang. Bahkan dia juga kerab memarahi anak-anak kecil tanpa maksud yang jelas. Informasi dari seputaran lokasi, wanita ini agak mengalami gangguan kejiwaan alias stress," ungkapnya.

Kapolsek Denpasar Timur AKP I Gusti Nyoman Wintara didampingi Kanit Reskrim IPTU Agus Prihadinika yang berada dilokasi menerangkan, tidak ada tanda tanda kekerasan ditubuh korban.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuhnya. kita menduga korban murni bunuh diri karena stress," tegasnya, pada Minggu (6/3).

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami