Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Ibu Pembuang Orok Dibekuk Polisi
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus penemuan orok yang terjadi di seputaran Jalan Sidam IV Gang Sakaguru, Pemogan Utara, Denpasar Selatan, pada 3 September 2011 pukul 16.00 wita lalu berhasil diungkap jajaran buser Polsek Denpasar Selatan.
Sang ibu yang tega membuang janinnya sendiri berhasil ditangkap, yakni berisinial EE (20). Wanita asal Banyuwangi yang pernah transmigrasi ke Lampung ini mengaku nekad melahirkan di kamar mandi karena mengira si jabang bayi sudah tewas.
Sekadar diketahui, kasus penemuan orok ini adalah yang pertama kali berhasil diungkap jajaran kepolisian Polsek Denpasar Selatan. Rata rata kasus penemuan orok sulit diungkap karena minimnya saksi saksi.
Menurut Kapolsek Densel AKP Leo Marthin Pasaribu, tersangka EE ditangkap di kosnya di Jalan Sidam IV Gang Sakaguru, Pemogan Utara, Denpasar Selatan. Penangkapan ini berdasarkan hasil penyelidikan aparat kepolisian menyusul ditemukannya orok yang dibuang di seputaran Jalan Sidam IV Gang Sakaguru, Pemogan Utara, Denpasar Selatan.
“Orok berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan warga terbungkus tas warna merah di kali saluran air,” jelasnya, pada Rabu (07/09/2011).
Penyelidikan yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Nengah Sudiarta mengarah ke tersangka EE setelah meminta keterangan sejumlah saksi di lapangan. Dimana, ada saksi yang mengakui bahwa tersangka EE sebelumnya dalam keadaan hamil 8 Bulan. Hanya saja, setelah penemuan orok tersebut, perut tersangka EE terlihat kempes.
“Kita mencurigainya dan melakukan pemeriksaan,” bebernya.
Hanya saja, saat diperiksa, tersangka EE tidak mengakuinya. Dia ngotot tidak pernah hamil. Petugas pun kemudian membawa tersangka ke RS Trijata untuk memastikan keterangannya. Dari hasil tim medis RS Trijata, diketahui bahwa dikemaluan tersangka EE terdapat luka disebabkan baru habis melahirkan. Berdasar pembuktian tersebut, tersangka EE akhirnya mengaku. Kepada penyidik, tersangka EE nekad melahirkan secara prematur karena menduga bayinya sudah tewas
“Waktu melahirkan bayinya saya lihat tidak bergerak,” terangnya.
Dikatakannya, bayi malang itu merupakan hasil hubungan gelap bersama pacarnya berinisial Made RD asal Kintamani, Bangli. Hanya saja, sang pacar tidak bertanggung jawab atas kehamilannya dan menghilang tanpa pesan.
“Pacarnya masih kita kejar,” tegas mantan Kasat Reskrim Polres Tabanan ini.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 445 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 363 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 308 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun