Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Nyelonong Depan SBY Agar Cepat Sampai Rumah

denpasar

Jumat, 28 Oktober 2011, 23:34 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Badung. Nyoman Minta ( 45 tahun ), petugas kebersihan BTDC yang bikin heboh karena telah mempermalukan Paspampres atau pengawal Presiden SBY, ternyata merupakan sosok yang lugu serta memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang pas pasan. Berikut obrolan beritabali.com dengan Nyoman Minta saat ditemui di rumahnya Perum Ayodya, Mumbul, Nusa Dua, hari ini.

Saat ditemui beritabali.com hari ini, ia baru saja datang dari tempat kerjanya di kawasan BTDC Nusa Dua - Bali. Dalam wawancara ia didampangi oleh salah satu putranya I Kadek Sujana (21) yang sekaligus bertugas sebagai penterjemah. Nyoman Minta saat itu terlihat agak gugup atau terlihat bingung setiap kali menjawab pertanyaan.

Dikabarkan sempat menghilang, rupanya Nyoman Minta sudah mulai bekerja sejak hari Kamis pasca kejadian nyelonong di depan panggung kehormatan tempat Presiden SBY berada.

Dalam sehari ia mengaku bekerja dari pukul 06.00 sampai pukul 10.00 Wita. Kemudian lanjut ke shift sore yang di mulai dari pukul 13.00 sampai pukul 16.00 Wita. Dalam sebulan ia hanya memperolah libur empat kali. Upah yang diterimanya sekitar Rp 1.300.000 per bulan.

Selain sebagai petugas kebersihan, di rumahnya ia juga sebagai peternak sapi untuk tambahan. Setiap kali pulang dari bertugas di BTDC ia kerap kali membawa pakan ternak  yang dimasukkan ke dalam karung yang isnya rumput-rumputan, kulit buah buahan, atau sayur - sayuran yang sudah dijadikan sampah.
 
Ketika disambangi di rumahnya ia tidak membawa sepeda onthelnya. Ia dijemput, dibonceng oleh anaknya yang nomor dua menggunakan sepeda motor. Sementara sepeda onthelnya terparkir dalam posisi miring menempel di tembok rumahnya, menunggu akan turut diupacarai sorenya. Nyoman Minta hari ini mengadakan upacara “Ngulapin” atau buang sial bersamaan dengan sepeda onthel merk 'Dignity' nya.

Di dalam pekarangan yang terdiri dari 2 dapur, 1 bale piasan ( bale tempat upacara diadakan ), 4 rumah tinggal serta tiga kamar kos-kosan, ia tinggal bersama 2 kepala keluarga lainnya yang masih ada hubungan saudara, serta tinggal jadi satu bersama penghuni kos. Bentuk tiap bangunannya tidak terkesan mewah, jarak antara bangunan satu dengan lainnya cukup dekat dalam satu pekarangan.

Di rumah yang luasnya sekitar 6 are itu beritabali.com mulai menanyakan berita yang selama ini beredar perihal menghilangnya Nyoman Minta.


“ Tiang ten ilang, tiang jumah manten, tan kije kije, pang ten tiang ganggune”, ("saya tidak hilang, saya di rumah saja, tidak kemana-mana, biar tidak diganggu,") ujarnya dengan suara terputus putus.

Saat kejadian menimpanya, ia menjalani dua kali pemerikasaan di Polsek Kuta Selatan. Ketika itu anak nomor dua juga turut hadir menemani.

“ Pertama bapak di periksa di polsek Bualu, kemudian habis itu reka ulang di tempat TKP”, ujar anaknya, Sujana.

Selama pemeriksaan yang ditanya hanya seputar kebenaran serta identitas dan latar belakang sebagai seorang petugas kebersihan di kawasan BTDC .

Ketika ditanya kenapa ia sampai tanpa sengaja membobol ring satu Paspampres, Nyoman Minta menyatakan hanya ingin cepat sampai di rumah.

“ Tiang jeg anak santai, pikiran  tiang hanya biar cepat tembus sampai rumah”,("Saya santai saja, pikiran saya biar cepat sampai di rumah,") akunya.

Acara semacam festival, kata Minta, sudah sering ia saksikan selama bekerja di kawasan BTDC, seperti perayaan ulang tahun hotel atau acara lainnya. Akhirnya acara yang dihadiri oleh Presiden SBY dipikirnya sama seperti festival yang lain.  Tanpa pikir panjang ia lantas berlalu begitu saja di tengah petugas yang berjaga sampai akhirnya masuk ke ring satu.

Tidak ada Firasat

Nyoman Minta sebelumnya tidak memiliki firasat apa - apa, Ia berangkat kerja paginya seperti biasa. Begitu juga istrinya Ni Wayan Reni (43) mengaku tidak sedikitpun punya firasat buruk terkait suaminya, sehingga akhirnya bisa menjadi bahan berita media lokal maupun nasional.

"Saat itu saya mengira suami saya tidak pulang tepat waktu karena sedang ketemu dengan temannya. Tapi tiba - tiba saja siang itu saya didatangi oleh petugas dari Polsek Kuta Selatan untuk meminta identitas suami saya berupa KTP ( Kartu Tanda Penduduk ) dan Kartu KK ( Keterangan Keluarga ),"jelas Reni.

Atas informasi tersebut, Reni beserta keluarga langsung meluncur menuju Polsek Kuta selatan mengikuti pemerikasaan sang suami hingga selesai petang hari. Nyoman selama menjalani pemeriksaan ditunggu oleh istri serta anak -  anaknya antaranya Anak pertamanya Ni Wayan Karni (26),  I Kadek Sujana ( 21 ), dan anak ketiganya I Komang Swastika ( 15 ). (eka)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami