Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Kunjungan Wisatawan Jepang ke Bali Turun Hingga 50 Persen
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Bali tercatat jumlah kunjungan wisatawan Jepang ke Bali mengalami penurunan hingga lebih dari 50 persen per tahunnya sejak 2008. Pada tahun-tahun sebelumnya jumlah kunjungan wisatawan Jepang mencapai 400.000 wisatawan, namun kini hanya mencapai sekitar 180.000 wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu saat ditemui beritabali.com di Renon (2/4/2012) mengungkapkan banyak faktor yang menyebabkan kunjungan wisatawan Jepang ke Bali mengalami penurunan yang cukup drastis. Faktor-faktor tersebut mulai dari dampak krisis ekonomi global hingga dampak bencana gempa.
“Pertama memang karena krisis global, kemudian karena bencana tsunami dan juga mereka sangat sensitif sekali, mereka lebih banyak ke Asia China atau ke Bangkok, tapi rencana ada promotion image dengan Kongjen di Osaka,” tutur Ida Bagus Subhiksu Subhiksu menyebutkan saat ini tingkat kunjungan wisatawan Jepang ke Bali menduduki peringkat ke-3, padahal sebelumnya tingkat kunjungan wisatawan Jepang ke Bali menduduki peringkat pertama. Subhiksu menambahkan hingga saat ini hanya tingkat kunjungan wisatawan Australia yang tetap stabil.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4533 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2346 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1997 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1608 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun