Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Omzet Obat Palsu di Indonesia USD 200 Juta Per Tahun
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemalsuan obat tumbuh pesat di Indonesia, dengan estimasi omzet per tahun sebesar US Dollar 200 juta. Jumlah itu 10 persen dari total farmasi di Indonesia. Ketua Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan (MIAP), Widyaretna Buenastuti mengatakan, pemalsuan obat dapat menhasilkan penjualan hingga sekitar US Dollar 75 miliar secara global di tahun 2010.
"Pemalsuan obat dapat menimbulkan resiko serius bagi kesehatan masyarakat. Pemakaiannya dapat menyebabkan kegagalan dalam pengobatan, bahkan hingga menyebabkan kematian,"jelas Widyaretna, di sela Kongres Federasi Asosiasi Farmasi Asia (FAPA) di Nusa Dua, Bali, Sabtu (15/9/2012).
Sekretaris Jenderal Ikatan Apoteker Indonesia, Nurul Falah menegaskan pihaknya selalu siap untuk ikut membantu memerangi peredaran obat palsu. "Apoteker memiliki kewajiban untuk melindugi pasien dan program sertifikasi meningkatkan kompetensi apoteker dalam mencegah peredaran obat palsu, sekaligus menjamin keselamatan pasien," katanya.
Perwakilan BPOM, Retno Tyas Utami menyampaikan bahwa pihaknya sudah meminta industri farmasi untuk berperan aktif jika obatnya dipalsukan. Ia juga mengaku sudah sejak lama bekerjasama dengan lembaga perlindungan konsumen dalam menghadapi isu pemalsuan obat.
"Obat Palsu merupakan ancaman bagi pasien di Indonesia yang terus berkembang," kata Retno. Prof Akmal Taher dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana mengatakan, apoteker merupakan pihak bertanggungjawab untuk menyatakan keaslian sebuah produk obat.
"Misal sebuah apotek menyatakan jika obat yang dijual adalah asli. Tetapi siapa yang menyatakan keaslian itu, tidak lain adalah apoteker," ujarnya. Penelitian di lapangan terhadap satu resep obat yang dilakukan pada bulan April hingga Agustus 2012 di Jakarta, Bandung, SUrabaya dan Medan, menunjukkan jika obat palsu dengan mudah dapat ditemukan di toko-toko ritel di kota-kota tersebut, termasuk apotek dan toko obat.
"Penemuan ini cukup mengkhawatirkan. Obat palsu ditemukan di saluran tidak resmi seperti lapak obat pinggir jalan. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya isu ini dan bagaimana peran apoteker menjadi penting dan harus lebih proaktif dalam mengedukasi pasien agar tidak membeli obat resep selain dari apotek," imbuh Akmal.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8082 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5660 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan