Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Indonesia Akan Jadi Pusat Niaga Asia Pasifik

Badung

Rabu, 2 Oktober 2013, 16:23 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/Ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Badung. Salah satu yang dibahas dalam pertemuan KTT APEC adalah pengucuran akses modal dan alih teknologi bagi UKM di kawasan negara peserta.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Keriwausahaan Kementerian Koordinator Perekonomian, Edy Putra Irawady mengaku pemerintah telah menyiapkan skema khusus menyambut kebijakan tersebut. Bahkan, Edy optimistis Indonesia akan menjadi sentra niaga di Asia Pasifik.

"Pemerintah menarget mencetak wirausahaan muda hingga 2025 sebanyak 55 juta wirausahawan. Indonesia punya modal kuat. Terutama dengan hasil kebijakan APEC yang kini dibahas," ujar Edy, dalam keterangannya di Kuta, Bali, Rabu (2/10/2013).

Selama ini, kata Edy, Indonesia memiliki kualitas produk yang sangat baik. Selain itu, beberapa daerah juga memiliki potensi kuat produk ekspor. "Bali, sebagai salah satu daerah yang dianggap sudah baik dalam hal ekspor ke luar negeri. Bali adalah pusat marketing preneur," ucapnya optimis.

Edy memaparkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk terus mencetak wirausahawan generasi baru sembari menguatkan usaha mereka dengan memudahkan akses permodalan dan teknologi. Berdasarkan data Agustus 2005 jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 11,27 persen.

"Sementara angka usahawan sebesar 48 juta dengan bidang usaha terbesar di sektor mikro. Pada Agustus 2009, jumlah pengangguran menurun menjadi 8,8 persen dengan tingkat wirausahawan sebesar 53 juta wirausahawan. Itu artinya pengangguran berpindah ke wirausahawan," papar Edy.

Edy mengakui jika dari jumlah tersebut mereka yang memiliki peningkatan usaha masih minim. Menurutnya, ada berbagai macam faktor, di antaranya adalah tantangan kapasitas, tantangan menghadapi birokrasi, akses pasar, pembiayaan dan lainnya.

"Yang naik kelas sedikit hanya 2,9 persen dari jumlah tersebut. Tiap tahun kita mentraining 14 ribu wirausahawan. Kualitas wirausaha yang kita jaga. Kita mendorong wirausahawan untuk meningkatkan skill-nya. Dari 14 ribu tiap tahun kita seleksi, mana yang berkualitas lalu kita kenalkan kepada teknologi," jelas Edy.

Edy menuturkan bahwa kedepan akan akan semakin banyak skim pembiayaan yang dikucurkan pemerintah seperti online kredit agar memudahkan ekspor.

Negara-negara APEC, sambung Edy, juga telah membuat perjanjian agar tiap wirausahawan dari berbagai negara dapat diberikan kemudahan akses permodalan. "Agar mereka juga bisa akses ke Tokyo Bank misalnya, dan lain sebagainya. Pembiayaan, pasar, regulasi dan kapasitas itu yang tengah kita genjot," tuturnya.

Sementara itu, Tim Koordinasi Nasional Pengembangan Wirausaha Kreatif Kementerian Koordinator Perekonomian, Handito Joewono menambahkan bahwa seluruh usahawan Indonesia dapat memiliki kapasitas daya saing global.

"Kita berharap pengusaha muda di seluruh Indonesia bisa bersaing daya global. Kita tidak takut bersaing di pasar global. Peluang pasar global bisa memenuhi Indonesia. APEC kita harapkan menjadi ruang pasar potensial bagi wirausahawan Indonesia,"pungkas Handito. (dws)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami