Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 2 Mei 2026
Warga Tanjung Benoa Tegaskan Tolak Reklamasi
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Benoa. Warga Tanjung Benoa Bali dibawah naungan Gerakan Masyarakat Pemuda Tolak Reklamasi (Gempar) Teluk Benoa, hari ini Jumat (18/10/2013) kembali turun ke jalan untuk mempertegas komitmennya menolak reklamasi Pulau Pudut di Teluk Benoa.
Ketua Gempar, Made Wijaya menyatakan pihaknya tetap komitmen menolak reklamasi teluk benoa. Ia justru mempertanyakan adanya komentar beberapa orang yang mengatakan malah setuju reklamasi. Untuk itu, dalam baliho yang dipasang dijalanan dicatumkan surat pernyataan yang berisi tandatangan Sabha Desa dan tokoh masyarakat tanjung benoa yang menolak reklamasi.
Sementara di bawahnya juga diisi kliping pernyataan sejumlah orang di media yang justru mengaku mendukung reklamasi. "Biar masyarakat tahu seperti inilah adanya,"
tegas pria yang akrab disapa yonda didampingi Humas Gempar Kadek Duarta.
Tadinya Kata Yonda, pihaknya merencanakan aksi keliling, namun setelah melakukan berbagai pertimbangan dan masukan pihak keamanan akhirnya mereka hanya memasang baliho di dua tempat. Baliho dengan dasar kain putih berukuran 2x1,5 meter itu dipasang di dua tempat yaitu di perempatan Jalan Pratama, dan di tikungan Jalan Segara Kidul, Tanjung benoa.
Sementara, Ketua Sabha Desa Tanjung Benoa, Wayan Dibia Adnyana ketika diminta komentarnya terkait aksi Gempar ini menegaskan, pemasangan baliho ini sejatinya dipicu beredarnya pemberitaan ada sebagian orang yang mengatasnamakan warga Tanjung Benoa pendukung reklamasi.
"Kabar inilah yang membuat warga yang menolak reklamasi bereaksi. Apalagi, selama ini semua elemen masyarakat yang diwakili 18 tokoh telah menandatangani kesepakatan tolak reklamasi pada pertengahan September lalu," jelas Dibia
Dibia juga mengaku kaget tiba-tiba ada warga Tanjung Benoa, bahkan melalui media masa mengatakan setuju reklamasi. "Ini jelas sangat kami sayangkan dan sesalkan. Sebab sudah ada komitmen bersama tolak reklamasi," tegasnya.
Dibia kembali menegaskan kalau reklamasi hanya akan membuat masyarakat kecil khususnya nelayan mati. Karena itu reklamasi ini dianggap sebagai ancaman bagi nelayan Tanjung Benoa. "Atas dasar itu, kami komit akan mengamannkan kesepakatan 13 September. Investor mereklamasi Teluk Benoa dengan segala fasilitasnya tidak mungkin diperuntukkan para nelayan. Tapi untuk dijual kepada tamu," imbuhnya.
Bahkan Dibia mengatakan kalau ada orang yang mengaku warga Benoa dan mendukung reklamasi, itu adalah pembohongan publik Tanjung Benoa dan Bali menurut Dibia tidak bisa disamakan dengan Malaysia, Singapura dan negara lain.
"Bali sangat menghormati keberadaan alam terutama laut. Pemerintah tidak boleh asal memberi persetujuan kepada investor. Investor uangnya banyak. Jangankan reklamasi, Pulau Bali bisa dibeli. Karenanya Kalau semua ini dituruti maka lama kelamaan Bali akan hancur," sindirnya. (dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 288 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 273 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang