Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Tanjung Benoa Tegaskan Tolak Reklamasi

Badung

Jumat, 18 Oktober 2013, 22:28 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com/dok

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Benoa. Warga Tanjung Benoa Bali dibawah naungan Gerakan Masyarakat Pemuda Tolak Reklamasi (Gempar) Teluk Benoa, hari ini Jumat (18/10/2013) kembali turun ke jalan untuk mempertegas komitmennya menolak reklamasi Pulau Pudut di Teluk Benoa.

Ketua Gempar, Made Wijaya menyatakan pihaknya tetap komitmen menolak reklamasi teluk benoa. Ia justru mempertanyakan adanya komentar beberapa orang yang mengatakan malah setuju  reklamasi. Untuk itu, dalam baliho yang dipasang dijalanan dicatumkan surat pernyataan yang berisi tandatangan Sabha Desa dan tokoh masyarakat tanjung benoa yang menolak reklamasi.

Sementara di bawahnya juga diisi kliping pernyataan sejumlah orang  di media yang justru mengaku mendukung reklamasi. "Biar masyarakat tahu seperti inilah adanya,"
tegas pria yang akrab disapa yonda didampingi Humas Gempar Kadek Duarta.
 
Tadinya Kata Yonda, pihaknya merencanakan aksi keliling, namun setelah melakukan berbagai pertimbangan dan masukan pihak keamanan akhirnya mereka hanya memasang baliho di dua tempat.  Baliho dengan dasar kain putih berukuran 2x1,5 meter itu dipasang di dua tempat yaitu di perempatan Jalan Pratama, dan di tikungan Jalan Segara Kidul, Tanjung benoa.

Sementara, Ketua Sabha Desa Tanjung Benoa, Wayan Dibia Adnyana ketika diminta komentarnya terkait aksi Gempar ini  menegaskan, pemasangan baliho ini sejatinya dipicu beredarnya pemberitaan ada sebagian orang yang mengatasnamakan warga Tanjung Benoa pendukung reklamasi.

"Kabar inilah yang membuat warga yang menolak reklamasi bereaksi. Apalagi, selama ini semua elemen masyarakat yang diwakili 18 tokoh telah menandatangani kesepakatan tolak reklamasi pada pertengahan September lalu," jelas Dibia  

Dibia juga mengaku kaget tiba-tiba ada  warga Tanjung Benoa, bahkan melalui media masa mengatakan setuju reklamasi. "Ini jelas sangat kami sayangkan dan sesalkan. Sebab sudah ada komitmen bersama tolak reklamasi," tegasnya.

Dibia kembali menegaskan kalau reklamasi hanya akan  membuat masyarakat kecil khususnya nelayan mati. Karena itu reklamasi ini  dianggap sebagai ancaman  bagi nelayan Tanjung Benoa. "Atas dasar itu, kami komit  akan mengamannkan kesepakatan 13 September. Investor mereklamasi Teluk Benoa dengan segala fasilitasnya tidak mungkin diperuntukkan para nelayan. Tapi untuk dijual kepada tamu," imbuhnya.

Bahkan Dibia mengatakan kalau ada orang yang mengaku warga Benoa dan mendukung reklamasi, itu adalah pembohongan publik Tanjung Benoa dan Bali menurut Dibia tidak bisa disamakan dengan Malaysia, Singapura dan negara lain.

"Bali sangat menghormati keberadaan alam terutama laut. Pemerintah tidak boleh asal memberi persetujuan kepada investor. Investor uangnya banyak. Jangankan reklamasi, Pulau Bali bisa dibeli. Karenanya Kalau semua ini  dituruti maka lama kelamaan Bali akan hancur," sindirnya. (dws)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami