Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 4 Mei 2026
Libur Akhir Tahun, Wisatawan Ramai Kunjungi Penglipuran Bangli
Jumat, 30 Desember 2016,
08:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Musim libur panjang Natal dan Tahun Baru, Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun asing. Di tempat ini, wisatawan bisa melihat desa tradisional yang belum lama ini dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia.
Obyek wisata Desa Penglipuran ini terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Desa wisata ini berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Kota Denpasar.
Untuk masuk ke desa wisata berbasis masyarakat ini, wisatawan dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15 ribu per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 30 ribu untuk wisatawan asing.
Memasuki area desa wisata Desa Penglipuran, suasana desa tradisional Bali langsung terlihat. Jalanan desa tampak masih tradisional, dengan ciri khas angkul angkul atau gapura rumah warga yang semua bentuknya seragam.
Selain bisa melihat suasana Desa Bali yang masih tradisional, pengunjung yang datang juga bisa menikmati kondisi lingkungan yang bersih dan rapi. Warga desa begitu sadar untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, seperti menata kebun rumah masing masing.
Selain itu, wisatawan juga bisa melihat pura desa yang sudah berumur ratusan tahun, berjalan jalan ke hutan bambu, dan melihat Karang Memadu, yakni sebuah area yang disiapkan bagi warga desa yang ingin memiliki istri lebih dari satu. Meski sudah disiapkan oleh pihak desa, namun Karang Memadu hingga kini belum pernah digunakan.
Selama musim liburan, jumlah pengunjung meningkat hingga 15 persen atau mencapai 400 pengunjung per hari.
"Jumlah ini diperkirakan akan semakin meningkat menjelang pergantian tahun baru. Pada tanggal 1 Januari diperkirakan bisa mencapai 4 ribu orang pengunjung,"jelas I Nengah Moneng, Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran.
Menurut warga, Desa Penglipuran bisa menjadi bersih karena warisan kebiasaan dari para leluhur mereka. Sejak kecil warga selalu dibiasakan hidup bersih dan menjaga alam sekitar. Kondisi ini juga diperkuat dengan awig awig atau aturan desa adat.
Dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan, warga setempat mulai menikmati hasilnya. Kini di setiap rumah warga terdapat warung, art shop, hingga home stay.
Desa Penglipuran menjadi salah satu desa terbersih di dunia versi sebuah media perjalanan wisata. Dua desa lainnya adalah Desa Giethoorn di Belanda dan Desa Mawlynnong di India.[bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 333 Kali
02
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 328 Kali
03
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026