Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Ajar Blanda, Air Putih untuk Pendatang di Bali Tempo Doeloe
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Bali tempo doeloe sudah menyedot banyak perhatian orang luar. Tak hanya untuk berdagang namun juga berwisata. Sebagai pelengkap kehadiran pendatang ini, dibangunlah kemudian penginapan-penginapan yang disebut pesanggrahan.
Berdasar penuturan Myron Zobel berjudul Penginapan di Klungkung dalam buku Bali Tempo Doeloe karya Adrian Vickers, Bali begitu cantik dengan pesanggrahannya. Sebab, berbeda dengan hotel, pesanggrahan tidaklah menyuguhkan lobi yang ramai, ruang makan yang berisik, atau tamu yang hilir mudik.
[pilihan-redaksi]
Melainkan, dengan ciri ketenangan, Myron Zobel yakin pesanggrahan akan mempertahankan kecantikan Bali.
Namun, dibalik semua keistimewaan pesanggrahan tersebut, ada lagi hal unik lainnya dari Bali. Hal itu yakni air untuk pendatang.
Memesan minum di pesanggrahan, pendatang menyebutkannya dengan nama ajar blanda. Ajar sendiri berarti air. Sementara jika dikaitkan dengan blanda itu mencirikan minuman yang berasal dari luar Bali, kemungkinan merujuk pada negara-negara Eropa.
Menurut Zobel, kemungkinan juga ini dikarenakan kulit penduduk Bali yang berwarna gelap atau coklat. Penduduk Bali biasa berjalan dari puncak pegunungan melintasi persawahan yang berlumpur. Sehingga, tidak baik bagi pendatang untuk minum air orang Bali. Hanya air yang diimpor masuk ke Bali yang dikenakan biaya dan bisa dipakai pendatang. [wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1164 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 911 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 740 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 679 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik