Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Nihil Kasus Hantavirus, Dinkes Perkuat Pengawasan

Selasa, 12 Mei 2026, 16:59 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemprov Bali/Bali Nihil Kasus Hantavirus, Dinkes Perkuat Pengawasan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus maupun suspek hantavirus di wilayah Bali.

Meski belum ada temuan kasus, pengawasan dan langkah pencegahan terus diperkuat menyusul adanya laporan kasus hantavirus di beberapa daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom mengatakan kewaspadaan tetap ditingkatkan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali,” kata dr. Anom dalam pers rilis resmi di Denpasar, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, penguatan surveilans dilakukan di sejumlah pintu masuk ke Bali seperti bandara, pelabuhan, hingga kawasan kerja yang memiliki potensi risiko tinggi.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan dapat terjadi akibat paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi, termasuk debu yang telah terkontaminasi.

Dinas Kesehatan menegaskan penyakit ini berbeda dengan COVID-19 karena tidak menular antar manusia.

Gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu berat, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan serius dalam kondisi tertentu.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau menjaga kebersihan rumah dan lingkungan guna mencegah berkembangnya populasi tikus.

Warga juga diminta berhati-hati saat membersihkan gudang atau bangunan yang lama tidak digunakan dengan memakai masker dan sarung tangan serta menghindari menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering.

Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala demam tinggi dan nyeri otot setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dinas Kesehatan Bali juga meningkatkan koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota serta fasilitas layanan kesehatan untuk memantau pasien yang mengalami gejala flu berat dengan riwayat paparan lingkungan tidak bersih.

Pengawasan terhadap pekerja migran dan kru kapal pesiar yang masuk ke Bali turut diperketat sebagai bagian dari langkah deteksi dini penyebaran penyakit.

Selain pengawasan, edukasi mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terus digencarkan kepada masyarakat di seluruh Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memantau perkembangan situasi hantavirus secara real-time.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami