Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polsek Nusa Penida Bidik Tersangka Kasus Penambang Tewas Akibat Longsor

Senin, 8 Mei 2017, 16:56 WITA Follow
Beritabali.com

Kapolsek Nusa Penida lakukan pengusutan tewasnya dua penambang akibat tambang longsor. [bbcom]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.

Beritabali.com, Klungkung. Kapolsek Nusa Penida Kompol Ketut Suwastika mengintensifkan pengusutan peristiwa penambangan liar di Banjar Penutuk Desa Batumadeg yang menyebabkan dua korban meninggal dunia,  yakni Ni Kadek Widiantini (16) pelajar salah satu SMA asal Banjar Subia, Dusun Subia, Desa Klumpu dan Ni Ketut Tangkis (80) juga asal sama. 
 
Suwastika Senin (8/5) menyampaikan, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, mereka diantaranya  Ni Komang Daliantini (12), dan Ni Komang Surani (40) asal Desa Klumpu, Nusa Penida, termasuk I Nyoman W (39) yang disebut-sebut sebagai pemilik dari lahan tambang batu kapur illegal tersebut.
 
[pilihan-redaksi]
Dalam waktu dekat Suwastika berencana bakal menggadakan gelar perkara guna membidik tersangka dalam peristiwa itu. 
 
“Kita saat ini masih melakukan penyelidikan dalam waktu dekat ini kita sudah rencanakan untuk mengadakan gelar perkara guna menentukan ada tidaknya tersangka dalam peristiwa itu. Saya belum dapat pastikan waktunya kapan, tapi kita akan segera lakukan gelar perkara,” kata Suwastika. 
 
Perwira melati satu ini menilai rata-rata penambangan batu kapur di Nusa Penida merupakan tambang ilegal. 
 
Sementara, diberitakan sebelumnya, pada Kamis (27/4) pukul 15.30 WITA empat orang buruh tambang yakni Ni Kadek Widiantini (16), Ni Ketut Tangkis  (80), Ni Komang Daliantini (12), yang semuanya berasal dari Banjar Subia, Desa Klumpu, Nusa Penida dan dan Ni Komang Surani (40) warga Banjar Pengalusan, Desa Klumpu melakukan penggalian di lokasi pertambangan batu kapur di Banjar Penutuk, Desa Batumadeg, Nusa Penida. 
 
Saat itu, tiba-tiba gundukan tanah setinggi 5 meter yang sebelumnya digali dengan alat berat ambles menimbun ke empat penambang. Dua diantaranya  Ni Kadek Widiantini (16), dan Ni Ketut Tangkis (80) meninggal dunia. Sementara, Ni Komang Daliantini (12) dan Ni Komang Surani (40) selamat dalam persitiwa itu, hanya mengalami luka ringan. [wan/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami