Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pemprov Bali Putar Otak Hadapi Persaingan Pariwisata, Ini Langkah-langkahnya

Rabu, 5 Juli 2017, 17:20 WITA Follow
Beritabali.com

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,SH.MH. [ist]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Kebijakan pusat menggarap sejumlah destinasi pariwisata di Indonesia yang dikenal dengan ikon 'Bali Baru' mendapat perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Meski secara umum kebijakan itu bukanlah bermaksud untuk menyaingi Pulau Dewata sebagai koridor utama pariwisata Indonesia, namun setidaknya Bali mesti menyikapi hal ini secara serius. 
 
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,SH.MH dalam press releasenya, Rabu (5/7).
 
[pilihan-redaksi]
Dewa Mahendra menerangkan, Pastika ingin sektor pariwisata Bali tetap eksis dan secara ekonomis mampu memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
Terkait dengan harapan tersebut, dalam berbagai kesempatan Pastika selalu mengingatkan agar pelaku pariwisata lebih aware terhadap perubahan situasi sehingga dapat mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi makin ketatnya persaingan. Jika tidak peka, dia khawatir suatu ketika Bali akan tertinggal.
 
Menyikapi situasi ini, Pastika pun tak tinggal diam dan telah mengambil sejumlah langkah dan kebijakan strategis. Beberapa waktu yang lalu, Pastika menggelar simakrama yang diformat dalam acara sarasehan bertajuk pariwisata. Sejumlah praktisi dan pelaku pariwisata yang hadir memberi pandangan mereka terkait upaya untuk menghadapi persaingan. Mereka sepakat bahwa Bali harus tetap konsiten dan lebih serius menggarap quality tourism agar mampu memenangkan persaingan.
 
"Bicara soal quality tourism, sejatinya hal tersebut telah menjadi pemikiran Gubernur Pastika sejak awal pelaksanaan program Bali Mandara yang saat ini telah memasuki Jilid II, tahun ke-9," katanya.
 
Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) merupakan sebuah program yang secara tidak langsung berkaitan dengan upaya mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Sebab, selain sebagai upaya penguatan sektor pertanian, program ini juga bertujuan mewujudkan Bali sebagai pulau organik.
 
Dalam pandangan Pastika, bila hal ini dapat diwujudkan, secara otomatis nilai jual dan citra Bali akan terangkat dengan sendirinya.
 
Dampak positif lainnya, Bali akan lebih banyak didatangi wisatawan berkualitas dan berduit. Lebih dari itu, dilaksanakan pula program Bali Green Province yang bertujuan mewujudkan Bali sebagai pulau bersih dan hijau.
 
Kunjungan Meningkat
 
Sejalan dengan itu, Pemprov Bali melalui Dinas Pariwisata terus berupaya melakukan berbagai terobosan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra,SH.MH yang ditemui baru-baru ini menyebut jumlah kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke Bali terus mengalami peningkatan. Tahun 2010, wisman yang datang sebanyak 2.493.058, selanjutnya pada tahun 2011 dan 2012 meningkat menjadi 2.756.579 dan 2.892.019. Jumlah tersebut kian meningkat pada tiga tahun berikutnya. 
 
Bali kedatangan 3.278.598 wisatawan pada tahun 2013 dan bertambah menjadi 3.766.638 wisman di tahun 2014. Sedangkan pada tahun 2015 dan 2016, wisman yang datang ke Pulau Dewata dalam kurun waktu dua tahun terakhir mencapai 4,001 juta dan 4,92 juta orang wisatawan. 
 
“Dengan kata lain, pada tahun 2016 kunjungan wisman mengalami peningkatan 23,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya.
 
Bila melihat data tersebut, sejauh ini, Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan dari berbagai belahan dunia. Namun ada kecenderungan lain yang perlu dicermati pelaku pariwisata yaitu rata-rata length of stay (lama tinggal).
 
Menyitir data yang disajikan Kementerian Pariwisata RI, length of stay wisman di Pulau Dewata tercatat rata-rata masih berkisar 10,8 hari.
 
“Perhitungannya didasarkan pada waktu kedatangan dan keberangkatan wisatawan di pintu masuk Bali,” terangnya. 
 
Namun jika dikombinasikan dengan data BPS yang menyebut kalau lama tamu menginap di hotel berbintang di Bali saat ini rata-rata hanya mencapai 3-4 hari, ada selisih dengan length of stay yang dicatat oleh kementerian pariwisata.
 
Sejumlah asumsi berkembang terkait dengan adanya selisih data tersebut antara lain yang menyebut kalau sebagian wisatawan memanfaatkan waktu untuk berwisata ke daerah tetangga Bali seperti Lombok dan sekitarnya.
 
"Atau bisa jadi mereka menginap di villa dalam sisa liburannya di Bali. Ini yang masih kita dalami," dia menambahkan.
 
[pilihan-redaksi2]
Langkah-Langkah
 
Dinas Pariwisata telah menempuh sejumlah langkah untuk mempertahankan daya tarik Bali. Langkah tersebut antara lain memperbanyak event pariwisata. Tahun ini, sedikitnya dilaksanakan 62 event untuk mendongkrak pesona pariwisata Bali. Selain itu, Pemprov juga terus berupaya meningkatkan kualitas destinasi pariwisata. 
 
"Upaya ini kita tempuh melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis bagi pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW)," ujarnya. 
 
Sejalan dengan itu, program promosi juga terus diintensifkan. 
 
"Kita tak boleh lengah. Kami berkomitmen untuk terus berbenah dengan tetap konsisten pada pengembangan pariwitasa budaya," tandasnya. [rls/prov/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami