Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Keluarga Korban Pengeroyokan di Baturiti Tolak Damai, Pilih Tempuh Jalur Hukum
BERITABALI.COM, BULELENG.
Keluarga KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang meninggal dunia diduga akibat pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, memilih menempuh jalur hukum.
Keputusan itu diambil setelah keluarga mengetahui korban diduga meninggal akibat aksi kekerasan, bukan karena sebab lain sebagaimana yang semula mereka pahami.
Saat ditemui di rumah duka, Senin (27/7/2026), sepupu korban, Made Parta, mengungkapkan dirinya sempat menandatangani surat perdamaian karena mengira kematian KD terjadi secara biasa. Saat itu, ia mengaku belum mengetahui kondisi korban maupun dugaan pengeroyokan yang dialami.
"Awalnya saya tanda tangan perdamaian karena saya kira meninggalnya biasa. Saya belum tahu kalau kondisinya seperti itu," ujar Parta.
Menurutnya, fakta baru terungkap setelah ia melihat foto dan video kejadian yang beredar di media sosial sepulang dari rumah duka. Dari rekaman tersebut, keluarga mengetahui kondisi korban diduga akibat pengeroyokan massa.
"Setelah sampai di rumah, besoknya saya lihat di media sosial. Saya kaget melihat kondisinya. Istri almarhum juga tidak terima setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya," katanya.
Parta mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan adanya upaya perdamaian tersebut. Namun setelah mengetahui perkembangan fakta yang ada, keluarga memutuskan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
"Kami serahkan semuanya kepada proses hukum. Harapan kami semua pelaku yang melakukan tindakan sekeji itu bisa ditangkap dan dihukum seadil-adilnya. Dalam waktu dekat kami akan layangkan laporan secara resmi ke Polres Tabanan," tegasnya.
Di sisi lain, Parta mengungkapkan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga terkait rencana pelaksanaan autopsi dan ekshumasi atau pembongkaran makam korban untuk kepentingan penyelidikan.
Keluarga, kata dia, telah memberikan persetujuan apabila tindakan tersebut diperlukan guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
"Kalau memang diperlukan untuk penyelidikan, kami siap. Dari keluarga sudah mengizinkan dilakukan autopsi," ucapnya.
Baca juga:
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Pengeroyokan hingga Tewaskan Terduga Pencuri Ayam di Baturiti
Sebelumnya, KD meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari. Peristiwa tersebut diduga dipicu setelah korban kepergok mencuri ayam aduan milik seorang warga.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Tabanan bersama Polsek Baturiti. Polisi sebelumnya telah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara dugaan pengeroyokan dan menyatakan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3295 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 769 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 707 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman