Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Guru SDN 4 Penebel Was-Was, Plafon Atap Ruang Kelas Jebol

Selasa, 11 Juli 2017, 21:43 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Guru-guru di SDN 4 Penebel, yang ada di banjar Sunantaya, Desa Penebel, Kecamatan Penebel, Tabanan was-was pasalnya plafon ruang kelas 1 jebol. Akibatnya, kelas 1 harus dipindah ke ruangan lainnya. Proses belajar mengajar untuk kelas I berlangsung di ruang kepala sekolah.

“Kayunya jebol akibat dimakan rayap,” jelas Desak Nyoman Alit Satriani (59).

[pilihan-redaksi]
Dijelaskan, jebolnya plafon ruangan kelas I sudah terjadi sejak satu tahun yang lalu, padahal atap gedung itu baru direhab sekitar tahun 2012. Namun karena kayu-kayu plafonnya dimakan rayap sedikit demi sedikit.

“Kayu-kayunya lapuk dimakan rayap, jadi sedikit demiki sedikit jebol,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, ruang kelas I itu kemudian berubah fungsi menjadi perpustakaan dan siswa kelas I yang saat itu jumlahnya hanya 4 orang memanfaatkan ruang Kepala Sekolah yang disulap menjadi tempat belajar. Namun karena plafon yang jebol semakin parah, perpustakaan pun dipindahkan ke ruang Kepala Sekolah yang kebetulan cukup luas.

“Jadi ruangan kelas I itu tidak kami pakai, agar tidak membahayakan karena bisa jebol lagi waktu-waktu,” imbuhnya.

Selama ini pihaknya cukup khawatir atas kondisi tersebut terlebih menurutnya dan para guru, rayap sudah menggerogoti hampir seluruh kayu plafon sehingga bukan tidak mungkin plafon pada ruangan kelas II dan dan ruang guru yang tepat berada di sebelah kanan dan kiri ruang kelas I ikut jebol.

“Ruang kelas II itu di tahun ajaran ini difungsikan menjadi ruang kelas I karena jumlah siswa yang cukup banyak yakni 15 orang. Disebelahnya juga ada ruang guru, dankami khawatir kalau tiba-tiba plafon jebol karena menurut warga dan guru-guru disini sebagian besar kayu plafon sudah lapuk semua dimakan rayap,” sambungnya.

Ia menambahkan kondisi serupa memang sudah terjadi dimana kayu plafon banyak yang lapuk karena dimakan rayap, dan kemudian mendapatkan rehab di tahun 2012. Dimana saat itu SDN 4 Penebel mendapatkan rehab atap, namun ternyata sekitar satu tahun belakangan ini plafon mulai jebol.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah genteng pada ruangan kelas I itu juga nampak pecah sehingga ketika hujan maka dipastikan ruangan itu akan basah akibat air hujan yang masuk ke dalam ruangan.

Pihaknya pun berharap, segera ada penanganan dari instansi terkait untuk perbaikan plafon yang jebol tersebut. Beberapa waktu lalu, staf dari UPT Pendidikan Kecamatan Penebel juga sudah datang dan mengambil foto plafon yang rusak, dan Kepala Sekolah SDN 4 Penebel juga tengah menyusun proposal permohonan perbaikan.

SDN 4 Penebel sendiri memiliki 51 orang siswa yang terdiri dari siswa kelas I sebanyak 15 orang, kelas II sebanyak 4 orang, kelas III sebanyak 14 orang, kelas IV sebanyak 10 orang, kelas V sebanyak 3 orang, dan kelas VI sebanyak 5 orang siswa.

Sementara itu Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Made Wiastera mengatakan bahwa selama ia menjabat sebagai Kepala Bidang SD enam bulan yang lalu, pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan di SDN 4 Penebel.

“Apakah sebelum saya menjabat sudah dilaporkan atau belum, saya kurang tahu.Namun yang pasti anggaran untuk rehab sekolah sangat terbatas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, rehab sekolah bisa menggunakan dana komite sekolah, karena APBD daerahsangat minim terkecuali ada dana perubahan. Menurutnya pengajuan proposal ke Provinsi melalui dana BKK atau ke Pusat juga boleh saja.

“Akan tetapi karen adana dari Kabupaten minim, sebaiknya menggunakan dana komite dulu, kantujuannya ada Komite untuk membantu sekolah,” jelasnya. [nod/wrt]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami