Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 18 Oktober 2026
16 Oktober, JBT Jual 8000 "Unik" dengan Harga Rp 0
Minggu, 15 Oktober 2017,
08:14 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badung Post, Denpasar. 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017 mendatang, Jalan Tol Bali Mandara, PT Jasamarga Bali Tol (JBT), akan menjual kartu Unik dengan harga Rp 0. Jumlah yang dijual sebanyak 8000 Unik. Hal tersebut dilakukan, dalam rangka mendorong penggunaan Unik (Uang Elektronik) serta sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna Jalan Tol Bali Mandara.
"Kalau 8000 Unik tersebut sudah terjual habis sebelum tanggal 31 Oktober 2017, maka program promo ini otomatis berakhir, mungkin harga kembali normal," jelas Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim, Sabtu, (14/10) di Denpasar.
Dikatakan, sebagaimana diketahui, sebelum adanya perubahan sistem pembayaran tol secara elektronik atau non tunai, Uang elektronik yang dijual Rp 50 ribu berisi saldo Rp 30 ribu. Selisih Rp 20 ribu sebagai pengganti biaya produksi Unik.
Pada periode sosialisasi atau setelah diberlakukannya perubahan sistem elektronifikasi transaksi tol, perbankan penerbit Unik memberikan diskon harga produksi sebesar 50% atau Rp 10 ribu sehingga harga jual Unik Rp 50 ribu berisi saldo Rp 40 ribu.
"Pada periode 16 sampai 31 Oktober 2017, giliran seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk PT Jasamarga Bali Tol, oleh Pemerintah diminta memberikan semacam insentif sebesar Rp 10 ribu untuk menutup biaya produksi Unik sehingga harga produksi Unik yang semula Rp 20 ribu menjadi Rp 0," ujarnya.
Disampaikan, pada periode promo ini, masyarakat membeli Unik Rp 50 ribu, saldonya Rp 50 ribu. Yang digratiskan adalah biaya produksi Unik. Perbankan Penerbit Unik dan Jasamarga Bali Tol (JBT) yang menutup biaya produksi tersebut.
"Tapi jumlahnya terbatas. JBT hanya memperoleh kuota 8000 Unik. Setelah itu habis kita belum tahu apa program lanjutannya. Mungkin kembali normal," cetusnya.
Tito melanjutkan, pada awal Oktober 2017, penjualan Unik rata-rata per hari sebanyak 4000 Unik. Akan tetapi, beberapa hari terakhir ini jumlah penjualan hanya berkisar 2000 Unik. Artinya kuota gratis biaya produksi sebanyak 8000 Unik tersebut akan habis dalam hitungan hari.
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya, karena kuotanya terbatas," tutupnya. [bpc/aga]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4467 Kali
02
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2107 Kali
03
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2011 Kali
04
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1641 Kali
05
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1481 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026