Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 4 Mei 2026
16 Oktober, JBT Jual 8000 "Unik" dengan Harga Rp 0
Minggu, 15 Oktober 2017,
08:14 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badung Post, Denpasar. 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017 mendatang, Jalan Tol Bali Mandara, PT Jasamarga Bali Tol (JBT), akan menjual kartu Unik dengan harga Rp 0. Jumlah yang dijual sebanyak 8000 Unik. Hal tersebut dilakukan, dalam rangka mendorong penggunaan Unik (Uang Elektronik) serta sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna Jalan Tol Bali Mandara.
"Kalau 8000 Unik tersebut sudah terjual habis sebelum tanggal 31 Oktober 2017, maka program promo ini otomatis berakhir, mungkin harga kembali normal," jelas Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim, Sabtu, (14/10) di Denpasar.
Dikatakan, sebagaimana diketahui, sebelum adanya perubahan sistem pembayaran tol secara elektronik atau non tunai, Uang elektronik yang dijual Rp 50 ribu berisi saldo Rp 30 ribu. Selisih Rp 20 ribu sebagai pengganti biaya produksi Unik.
Pada periode sosialisasi atau setelah diberlakukannya perubahan sistem elektronifikasi transaksi tol, perbankan penerbit Unik memberikan diskon harga produksi sebesar 50% atau Rp 10 ribu sehingga harga jual Unik Rp 50 ribu berisi saldo Rp 40 ribu.
"Pada periode 16 sampai 31 Oktober 2017, giliran seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk PT Jasamarga Bali Tol, oleh Pemerintah diminta memberikan semacam insentif sebesar Rp 10 ribu untuk menutup biaya produksi Unik sehingga harga produksi Unik yang semula Rp 20 ribu menjadi Rp 0," ujarnya.
Disampaikan, pada periode promo ini, masyarakat membeli Unik Rp 50 ribu, saldonya Rp 50 ribu. Yang digratiskan adalah biaya produksi Unik. Perbankan Penerbit Unik dan Jasamarga Bali Tol (JBT) yang menutup biaya produksi tersebut.
"Tapi jumlahnya terbatas. JBT hanya memperoleh kuota 8000 Unik. Setelah itu habis kita belum tahu apa program lanjutannya. Mungkin kembali normal," cetusnya.
Tito melanjutkan, pada awal Oktober 2017, penjualan Unik rata-rata per hari sebanyak 4000 Unik. Akan tetapi, beberapa hari terakhir ini jumlah penjualan hanya berkisar 2000 Unik. Artinya kuota gratis biaya produksi sebanyak 8000 Unik tersebut akan habis dalam hitungan hari.
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya, karena kuotanya terbatas," tutupnya. [bpc/aga]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 334 Kali
02
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 331 Kali
03
04
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 297 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026