Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 21 September 2026
Wawancara Bos Hardys (3) : Bangkrut Karena Daya Beli Turun, Gempuran Mart, dan Bisnis Online
Sabtu, 18 November 2017,
10:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pengadilan Niaga pada PN Surabaya memutuskan PT.Hardys Retailindo, PT Grup Hardys, milik Ir.I Gede Agus Hardiawan, pailit alias bangkrut. Selain masalah utang, penyebab bangkrutnya Hardys antara lain karena turunnya daya beli masyarakat hingga gempuran bisnis online.
"Ada beberapa penyebab (Hardys Pailit), salah satunya adalah adalah daya beli masyarakat yang menurun saat ini, masyarakat saat ini hidup hemat," ujar bos grup Hardys, Ir.I Gede Agus Hardiawan, kepada Beritabali.com, Sabtu (18/11/2017).
Selain daya beli masyarakat yang turun, penyebab bangkrutnya jaringan supermarket Hardys di Bali adalah tumbuh suburnya minimart-minimart di seluruh pelosok Bali hingga ke tingkat desa. Perkembangan mini mart jaringan nasional yang semakin banyak hingga ke pedesaan, ikut membuat omzet penjualan Hardys semakin menurun.
"Konsep minimart yang kecil-kecil ini mengena di masyarakat, konsepnya mart yang kecil kecil ini menjadi "kulkas"nya masyarakat, hadir di sekitar pemukiman warga, banyak muncul mart termasuk yang bodong, dengan jaringan nasional yang kuat luar biasa, ini juga yang membuat kami pailit,"ujar Gede.
Gede menambahkan, jika dibiarkan, setelah Hardys, akan ada lagi perusahaan lain yang bangkrut karena tidak mampu bersaing dengan bisnis berjaringan nasional dengan modal yang sangat kuat. Konsep warung, toko, hingga minimarket milik warga lokal Bali perlahan akan hilang diganti minimart modern jaringan nasional.
Selain itu, faktor lain yang juga ikut membuat Hardys bangkrut atau pailit adalah karena terlambat mengantisipasi perubahan jaman, yakni bisnis online atau electronic commerce (e-commerce).
"Kami di Hardys terlambat antisipasi e-commerce. Jika yang lain juga terlambat, maka tinggal tunggu waktu saja, pasti akan habis jika lambat antisipasi perubahan, karena bisnis lewat online kini sangat berpengaruh,"ujarnya.[bbn/psk/bersambung di tautan berikut]
Baca juga:
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8224 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5696 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3558 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2405 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026