Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Hotel, Hotel Mewah Pertama di Bali

Rabu, 12 September 2018, 06:14 WITA Follow
Beritabali.com

denpasarkota.go.id

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Bali hotel merupakan hotel mewah pertama yang di bangun di Bali oleh pemerintah Kolonial Belanda. Hotel yang terletak di pusat Kota Denpasar tersebut, dibangun dua dekade setelah Perang Puputan Badung, tepatnya 1926.

[pilihan-redaksi]
Dalam sebuah artikel ilmiah dengan judul “Denpasar heritage track’: Revitalisasi paket wisata Denpasar city tour” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali Volume 07, Nomor 02,  tahun 2017 disebutkan Bali Hotel mulai beroperasi sejak tahun 1928 dan masih beroperasi sampai sekarang.

Hotel ini dibangun oleh perusahaan  kapal dagang Belanda Koninklijke Paketvaart-Maatschappij (KPM),  yang  kemudian  sedikit demi sedikit deck-nya digunakan untuk mengangkut turis ke Bali, dan menginap di Bali Hotel milik KPM.

KPM sendiri membangun kantor di selatan alun-alun, kira-kira kini lokasi Kantor Garuda Indonesia. Catatan sejarah ini di dasarkan pada sebuah peta Kota Denpasar dari tahun 1915 karya A. Glastra van Loon (KITLV Library, Kode D F 11,7).

Pembangunan Bali Hotel merupakan langkah pemerintah kolonial dalam upaya mulai membuka Bali sebagai destinasi wisata. Langkah ini disebut-sebut sebagai politik etis (balas-budi) Belanda, karena pemerintah kolonial merasa bersalah yaitu saat jatuhnya banyak korban dalam perang penaklukan yang  dikenal  dengan  nama  Perang Puputan Badung  1906.

[pilihan-redaksi2]
Akibat  perang  itu,  banyak warisan budaya yang hancur, misalnya bangunan-bangunan di  kompleks  Puri Denpasar  dan Puri  Pemecutan.  

Melalui politik etis pemerintah kolonial saat itu mengambil kebijakan untuk melestarikan seni budaya Bali dan mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata. Kebijakan melestarikan seni dan budaya Bali  sering  juga  dikenal  dengan istilah Baliseering.

Selain  masa  penjajahan  yang  pendek,  kebijakan  kolonial Belanda di Bali juga agak Bali focused, dalam arti melestarikan adat dan budaya Bali. Pembangunan diarahkan untuk menyelamatkan kekayaan   seni   budaya  lokal.

Faktanya menunjukkan hampir tidak ada bangunan bergaya Eropa  di Denpasar,  kecuali  satu yang menonjol  adalah  Bali  Hotel  di  Jalan  Veteran Denpasar  yang dibangun  tahun  1926/1928. [bbn/Jurnal-Kajian-Bali/mul]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami