Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pengertian ''Natah'' Tak Sebatas Halaman Rumah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pengertian natah ternyata tidak sama atau tidak sebatas halaman rumah yang hanya memiliki pengertian sebagai ruang (space). Disamping memiliki pengertian sebagai ruang (space), natah juga memiliki pengertian sebagai tempat (place) tertentu, sebagaimana terdapat natah merajan, natah bale (natah umah). Sehingga natah merupakan lahan kosong yang memiliki tempat tertentu.
Hal ini terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Peranan Natah Di Dalam Kehidupan Masyarakat Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Permukiman “Natah”, Volume 1 nomor 1 tahun 2003. Artikel ditulis oleh I Made Suarya dari Fakultas Teknik, Program Studi Arsitektur, Universitas Udayana.
I Made Suarya menuliskan natah memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Bali, karena natah merupakan cerminan kehidupan sosial masyarakat, baik sosial spiritual, sosial ekonomi, maupun sosial budaya. Hal yang menjadikannya menarik adalah justru karena natah tersebut merupakan lahan kosong (bukan bangunan), namun sarat dengan makna, disamping secara fisik bersifat multi guna.
Natah memiliki dimensi tertentu, yang ukuran dasarnya tapak (telapak kaki) diambil dari ukuran anggota badan penghuni atau pendeta. Penggandaan ukuran ini berdasarkan sloka tertentu sesuai dengan pemaknaan atau karakter tertentu yang dipercaya keberadaannya. Dimensi natah (dimensi horizontal) bersifat flaksibel (bervariasi), tergantung dari luas lahan, karakter yang diharapkan dan sesuai dengan filsafat desa, kala, patra (tempat, waktu dan kondisi).
Natah dalam kaitannya dengan dimensi, natah adalah ruang yang terbentuk akibat komposisi bangunan yang mengelilingi natah. Karena komposisi bangunan tersebut bervariasi, maka dimensi natah juga bervariasi.
Natah mengandung 3 makna. Pertama, natah mengandung makna filosofis tentang kekosongan, dimana pada kekosongan terdapat kebenaran yang esensial, atau yang kosong itu sesungguhnya penuh berisi. Kedua, natah sebagai pusat mengandung makna pertemuan antara purusa dan pradhana, yang memberikan kehidupan dan kemakmuran. Ketiga, natah mengandung makna keselarasan kosmologi yaitu keselarasan antara mikrokosmos dan makrokosmos, yang diungkapkan melalui dimensi natah yang berdasarkan ukuran anggota badan penghuni (pemilik), yaitu telapak kaki.
Secara garis besar kegunaan natah dapat dibedakan menjadi dua yaitu kegunaan yang bersufat sakral dan kegunaan yang bersifat profan. Kegunaan yang bersifat sakral berkaitan dengan upacara keagamaan, sedangkan kegiatan yang bersifat profan merupakan kegiatan seharihari yang tidak berkaitan langsung dengan upacara keagamaan.[bbn/ Jurnal Permukiman/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3661 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1336 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1223 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1069 Kali
Mobil Keluar Parkir Tabrak Motor di Seririt, Penumpang Tewas
Dibaca: 781 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun