Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 3 Oktober 2026
Petani Sumringah, Harga Salak Membaik
Sabtu, 14 September 2019,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Ni Nyoman Koti (60) salah seorang petani salak asal Selat, Karangasem sumringah ketika memanen buah salak di tengah kebun miliknya.
[pilihan-redaksi]
Bagaimana tidak, yang membuat Koti sumringah ketika memanen buah salaknya adalah harga salak yang belakangan ini mulai stabil. Tidak seperti sebelumnya, ketika musim panen harga salak bisa jatuh merosot dibawah Rp.2.500 untuk satu kilogramnya hingga tak jarang membuat para petani salak gigit jari.
Bagaimana tidak, yang membuat Koti sumringah ketika memanen buah salaknya adalah harga salak yang belakangan ini mulai stabil. Tidak seperti sebelumnya, ketika musim panen harga salak bisa jatuh merosot dibawah Rp.2.500 untuk satu kilogramnya hingga tak jarang membuat para petani salak gigit jari.
Namun belakangan ini, menurut Nyoman Koti, harga salak mulai stabil. Saat ini untuk salak biasa dengan kualitas super dijualnya dengan harga Rp.10.000 per kilogramnya. Sementara sisa sortirannya laku dijual dengan harga Rp.3.000 perkilogramnya.
Selain salak biasa, Koti juga memanen salak gula pasir. Untuk jenis salak gula pasir ini memang memiliki nilai jual yang cukup mahal dibandingkan salak jenis lainnya. Untuk satu kilogramnya Koti menjual dengan harga di kisaran Rp.20-25 ribu per kilogramnya.
Hanya saja harga salak satu ini juga tidak menentu, ketika musim panen harganya juga bisa turun namun tidak sampai dibawah Rp.15 ribu per kilogramnya namun ketika usai masa panen harga salak gula pasir jadi meroket hingga tiga kali lipat dari harga normalnya.
"Senang, setahun belakangan ini harga salak relatif stabil, ketimbang sebelum sebelumnya, mungkin karena salaknya yang mulai jarang," kata Nyoman Koti, Sabtu (14/09/2019).
[pilihan-redaksi2]
Lanjut Koti, penyebab stabilnya harga salak belakangan ini kemungkinan disebabkan sedikitnya buah salak yang bisa dipanen dari kebun-kebun petani. Seperti di kebun milik Koti misalnya, dari sekian banyak pohon salak hanya 20 persen yang berbuah itu pun sebagian belum siap panen.
Lanjut Koti, penyebab stabilnya harga salak belakangan ini kemungkinan disebabkan sedikitnya buah salak yang bisa dipanen dari kebun-kebun petani. Seperti di kebun milik Koti misalnya, dari sekian banyak pohon salak hanya 20 persen yang berbuah itu pun sebagian belum siap panen.
Seluruh buah salak hasil panennya akan dijual di Pasar Pesangkan, biasanya Koti kepasar tiga hari sekali. Karena setiap tiga hari sekali Koti berkeliling dikebunnya untuk memanen buah salak yang sudah matang.
"Tiga hari sekali dijual ke pasar Pesangkan, paling hanya bawa salak sekitar 50 kilogram," tuturnya. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1087 Kali
02
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 418 Kali
03
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 374 Kali
04
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 335 Kali
05
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 279 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026