Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Transmisi Lokal di Buleleng Hanya Terjadi di Rumah Sakit
BERITABALI.COM, BULELENG.
Transmisi lokal yang terjadi di Buleleng hanya di wilayah Rumah Sakit. Bukan terjadi di antara masyarakat sehingga masyarakat Buleleng tidak perlu resah mengenai adanya transmisi lokal tersebut.
[pilihan-redaksi]
Penjelasan tersebut terungkap saat Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng saat memberikan keterangan pers melalui teleconference dari ruang rapat Kantor Bupati Buleleng, Senin (6/4).
Agus Suradnyana membenarkan bahwa Buleleng dimasukkan ke dalam wilayah baru transmisi lokal di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun, transmisi lokal tersebut hanya terjadi di lingkungan Rumah Sakit (RS). Artinya, dari pasien positif Covid-19 memberikan efek pandemi Covid-19 kepada tenaga medias yang merawat.
“Jadi tidak meluas di lingkungan masyarakat. Masyarakat tidak perlu khawatir dan heboh terhadap status tersebut. Tidak dari lingkungan masyarakat tapi dari bidan dan perawat yang mempunyai kontak dengan pasien positif 03,” terangnya.
Terkait hal tersebut, berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Buleleng. Upaya itu sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. Mulai hari ini, seluruhnya diupayakan memakai masker. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tetap digencarkan. Penyemprotan desinfektan pun terus dilakukan secara rutin. Tentunya, seluruh upaya ini untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19.
“Hari ini juga telah disepakati oleh Bagian Keuangan saya dengan arahan Pak Sekda bahwa untuk pengadaan jumlah masker dalam skala besar terus diupayakan dan ibu-ibu didorong untuk membuat masker kain sesuai dengan arahan pemerintah pusat,” ucap Agus Suradnyana.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun