Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 3 Mei 2026
Buruh Proyek Temukan Tulang Belulang dan Bekal Kubur
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sejumlah buruh proyek pembangunan rumah di Banjar Dauh Uma, Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar dikagetkan dengan temuan tulang belulang, bekal kubur, serta sejenis perhiasan berbahan perunggu.
Benda diduga peninggalan sejarah itu ditemukan saat 3 buruh proyek menggali tanah untuk septictank, Sabtu (19/9) pagi.
Ditemui di lokasi proyek Senin (21/9), Didik seorang pekerja proyek mengatakan ikut melakukan penggalian dan menemukan benda purbakala tersebut pada Sabtu (19/9/2020).
Didik bersama beberapa orang pekerja proyek sedang menggali tanah untuk membuat saluran sanitasi septictank. Ketika melakukan penggalian di kedalaman 1 meter ditemukan tulang belulang dan bekal kubur berupa alat menggali tanah berupa alat pertanian dari perunggu.
"Saat ditemukan kami lihat ada tulang belulang dan alat pertanian dari perunggu, kami langsung memberi tahu pemilik proyek," katanya.
Saat ini, temuan barang purbakala tersebut masih dititipkan di rumah pemilik proyek sembari menunggu datangnya petugas dari Balai Arkeologi.
Didik pun tidak merasakan firasat apapun sebelum menemukan benda tersebut. Hanya saja, karena meyakini benda tersebut bukan benda sembarangan, buruh proyek pun melaporkan temuan itu.
Mendengar informasi tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, Aiptu I Wayan Mustika berkoordinasi dengan tim dari Kantor Purbakala Gianyar. Aiptu I Wayan Mustika mendampingi team dari kantor Purbakala Gianyar dalam rangka meneliti temuan barang purbakala, Minggu (20/9) sekitar pukul 09.30 WITA.
"Setelah dicek, benda tersebut diamankan sementara. Sembari menunggu tim Purbakala Provinsi Bali," jelas Aiptu Mustika saat ditemui, Senin (21/9).
Dijelaskan, lokasi temuan merupakan proyek pembangunan rumah tinggal. "Yang ditemukan barang berupa tulang belulang dan bekal kubur berupa alat menggali tanah (alat pertanian) dari perunggu," jelasnya.
Sekretaris Lurah Bitera Wayan Sudira turut melakukan pengecekan ke lokasi temuan. Menurutnya, lokasi temuan dulunya merupakan area persawahan.
"Sepengetahuan saya, tidak ada hunian sebelumnya disini. Dulu area persawahan," jelasnya.
Namun demikian, pihaknya tidak berani memastikan apakah temuan tersebut benar peninggalan sejarah atau bukan. "Nanti akan ada tim yang melakukan penelitian lebih lanjut," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 302 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 293 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang