Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Disiplin 3M Kunci Keberhasilan Pencegahan Penyebaran Covid-19
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Keberhasilan pencegahan penularan virus corona atau Covid-19 sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin 3 M yakni memakai masker mencuci tangan dan menjaga jarak dari kerumunan.
Menurut tokoh masyarakat yang juga Panglingsir Puri Peguyangan Anak Agung Ngurah Gede Widiada, seiring berlakunya tatanan kehidupan era baru atau new normal, telah membawa adaptasi baru masyarakat setelah sekira tujuh bulan masyarakat dicekam kepanikan, kekhwatiran kegalauan atas penyebaran Covid-19.
"Setelah itu, mulai ada kesadaran untuk mematuhu disiplin protokol kesehatan, pemeruntah juga telah berupaya dengan strategi mengajak pencegahan Covid-19," ucap Turah, sapaannta, Selasa (13/11/2020).
Masyarakat memasuki era baru dengan adaptasi yang cukup panjang. Kendati sudah menghadapi pandemi, namun di Bali angka kasus terkonfirmasi positif belakangan menunjukkan kenaikan.
Turah melihat hal itu terjadi karean sudah mulai menuruannya kewaspadaan masyarakat. Untuk itu, anggota DPRD Kota Denpasar ini, tak henti terus mensosialisasikan kepada seluruh keluarga besar puri maupun warga ketika datang silaturahmi ke puri.
Dengan kembali diaktifkannya Satgas semua tingkatan sampai ke tingkat banjar, dia menegaskan yang terpenting bagaimana menumbuhkan kesadaran masyarakat.
"Kami selalu ingatkan masyarakat agar disiplin 3M, karena itulah yang paling penting mennjadi kunci memutus rantai penyebaran Covid-19," imbuhnya.
Disiplin itu misalnya, ketika pulang kerja setelah berinteraksi di lapangan seiring dibukanya aktivitas oleh pemerintah, agar sekembali di rumah, warga segera membersihkan diri, mencuci tangan, mengganti pakaian.
Harus benar-benar dipastikan kondisi bersih sebelum berinteraksi dengan keluarga. Pasalnya, banyak kasus positif karena trasmisi lokal termasuk di keluarga yang telah menjadi klaster baru penyebaran sehingga harus diantisipasi dengan baik.
Tak kalah pentingnya kata Turah, agar terus dilakukan sosialisasi edukasi Prokes ke masyarakat dimulai dari lingkungan terkecil dalam keluarga, sekka teruna, banjar dan kelompok masyarakat lainnya.
Tidak harus diikuti peserta dalam jumlah besar, cukup 10 orang saja, namun konsisten dan bergantian maka edukasi dengan bahasa ilmiah namun merakyat, akan efektif dalam membangun kesadaran warga akan pentingnya mematuhi Prokes dan menjaga 3M. (mat)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8012 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5650 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan